PENGOBATAN HIPERTENSI DI RUMAH

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Dilansir dari rilis media yang diunggah pada laman PD PERSI, dikatakan bahwa penurunan tekanan darah hingga 2 mmHg bisa mengurangi 7 persen risiko kematian akibat serangan jantung dan 10% risiko kematian akibat stroke.

Di sisi lain, gejala hipertensi tak melulu harus ditangani dengan obat-obatan medis. Di samping konsumsi obat-obatan, perubahan gaya hidup positif seperti diet seimbang dan rendag garam, olahraga, tidak merokok dan tidak minum alkohol, dan manajemen berat badan dapat banyak membantu menurunkan tekanan darah agar tekanan darah normal selalu — sekaligus menekan risiko Anda terhadap komplikasi risiko penyakit lain akibat hipertensi, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Itu artinya, mengelola tekanan darah adalah komitmen seumur hidup.

Pengobatan alami seperti bernapas dalam perut, relaksasi otot, dan lain-lain dapat membantu menghilangkan stres yang mungkin muncul sebagai efek samping dari hipertensi. Terlebih, stres emosional memengaruhi tekanan darah Anda. Jadi belajarlah untuk memilah-milih prioritas hidup dan menjauhi diri dari pemicu stres sebagai upaya dampingan yang sama penting untuk mengelola tekanan darah Anda.

Memang benar bahwa kombinasi resep obat dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu Anda mencegah mengalami peningkatan tekanan darah. Tapi Anda juga harus rutin memeriksakan tekanan darah secara berkala dan mengikuti rencana perawatan dokter untuk dapat mengawasi dan mengendalikan kondisi kesehatan Anda.

Semakin Anda bertambah tua, tindakan pencegahan menjadi lebih penting. Tekanan sistolik biasanya akan pelan-pelan naik setelah Anda mencapai usia 50 tahun. Tetaplah jaga berat badan agar ideal, yang dapat dicapai dengan pola makan sehat dan olahraga. Memiliki berat badan sehat akan mengurangi peluang Anda terkena hipertensi.

 

BAGAIMANA GEJALA DAN PENGOBATAN HIPERTENSI?

Bagaimana gejala hipertensi? Penderita hipertensi biasanya tidak menunjukkan ciri apapun atau hanya mengalami gejala ringan. Namun, darah tinggi yang parah mungkin menyebabkan:

  • Sakit kepala parah
  • Pusing
  • Penglihatan buram
  • Mual
  • Telinga berdenging
  • Kebingungan
  • Detak jantung tak teratur
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Sulit bernapas
  • Darah dalam urin
  • Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Baiknya, konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lengkap.

Kapan harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter secepatnya jika:

  • Tekanan darah lebih tinggi dari biasanya (lebih dari 120/80 mm Hg)
  • Mimisan, sakit kepala, atau pusing
  • Menderita efek samping setelah minum obat darah tinggi

Karena tekanan darah tinggi adalah penyakit tersembunyi dan sulit terdeteksi, Anda perlu memeriksakan tekanan darah Anda secara teratur bila Anda berisiko terkena tekanan darah tinggi. Cari pertolongan medis segera atau perawatan rumah sakit jika Anda menyadari adanya tanda atau gejala abnormalitas. Jika sakit kepala parah muncul dibarengi dengan mimisan, ini merupakan tanda dan gejala krisis hipertensi, sebuah kondisi gawat darurat.

Apakah tekanan darah tinggi bisa disembuhkan?

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi permanen di mana tekanan darah terus menerus tinggi atau lebih dari 140/90 mmHg. Anda mungkin tidak bisa merasakan hipertensi. Banyak orang yang bahkan tidak tahu mereka memiliki darah tinggi. Hipertensi bisa muncul tanpa gejala fisik, yang diam-diam merusak pembuluh darah dan menyebabkan ancaman kesehatan yang serius.

Pasalnya hipertensi bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit di dalam tubuh. Hipertensi bisa disebabkan oleh penyakit lain, seperti penyakit jantung atau penyakit ginjal. Jika tekanan darah tinggi Anda disebabkan oleh penyakit lain yang mendasarinya, hipertensi bisa disembuhkan dengan cara mengobati akar penyebabnya —jika penyakit mendasarnya memang mungkin untuk disembuhkan.

Akan tetapi, sebagian besar kasus tekanan darah tinggi (sekitar 85% sampai 90%) di dunia tergolong hipertensi primer. Pada sebagian besar kasus, kondisi hipertensi primer yang diderita oleh hampir kebanyakan orang dipengaruhi oleh keturunan (genetik) atau gaya hidup/lingkungan yang tidak sehat. Untuk beberapa kasus, penyebab hipertensi primer tidak dapat ditentukan. Hipertensi jenis ini tidak dapat disembuhkan, hanya dapat dikendalikan dengan obat darah tinggi.

Dengan demikian, bila tekanan darah turun, bukan berarti Anda sembuh total dari hipertensi. Anda masih memiliki potensi risiko komplikasi penyakit yang disebabkan oleh hipertensi apabila gejalanya tidak dikelola dan tekanan darah kembali naik.

Bila tekanan darah Anda lebih dari 140/90 mmHg dalam pemeriksaan biasa, dokter akan mendiagnosis Anda mengidap tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita penyakit kronis, misalnya diabetes atau penyakit ginjal, dan tekanan darah lebih 130/80 mm Hg, Anda juga terdiagnosis hipertensi.

Dokter akan meminta Anda untuk berbaring terlentang untuk mengukur tekanan darah Anda. Tekanan darah akan lebih rendah pada anak-anak daripada orang dewasa dan akan meningkat secara bertahap seiring bertumbuhnya anak. Anda perlu bertanya kepada dokter untuk mengetahui lebih jelas tentang tekanan darah yang normal.

Perlu dipahami juga bahwa terkadang tekanan darah saat pemeriksaan di rumah, sering berbeda hasilnya dengan tekanan darah saat pemeriksaan di tempat praktik dokter. Pasalnya, jika Anda merasa gugup setiap berada di rumah sakit atau di tempat praktik dokter, tekanan darah Anda dapat naik pada setiap kunjungan sehingga hasil yang terlihat dari pemeriksaan dokter pun bahwa tekanan darah Anda umumnya tinggi. Fenomena ini disebut juga “white coat hypertension”. Karena itu, dokter mungkin ingin mengukur tekanan darah Anda lebih dari satu kali dan jauh dari ruang praktik. Ini akan membantu menentukan apakah Anda hanya memiliki white coat hypertension atau Anda benar-benar memiliki tekanan darah tinggi.

Jika Anda memiliki white coat hypertension, kemungkinan risiko tekanan darah tinggi Anda bisa terus meningkat di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa tekanan darah oleh dokter atau ahli kesehatan lain setidaknya setiap enam sampai 12 bulan. Ini akan memberi Anda banyak waktu untuk membuat perubahan gaya hidup yang mungkin bisa membantu.

 

Gejala Darah Tinggi Yang Harus Di Tindak Lanjuti

Gejala Darah Tinggi Yang Harus Di Tindak Lanjuti

Berbicara mengenai suatu penyakit, tentu saja tak luput dari sebuah gejala, penyebab, serta pengobatan. Disini kami akan membagikan kepada anda semua mengenai gejala darah tinggi yang harus kita tindak lanjuti. Mungkin sebagian dari anda bertanya tanya mengapa kita harus bersikeras untuk menindak lanjuti gejala dari penyakit ini? Jawabannya karena jika tidak di tindak lanjuti secepatnya, kemungkinan besar akan mengakibatkan penderitanya mengalami hal hal yang buruk. Untuk itu kami hadir disini untuk membantu anda sekalian dalam menuntaskan gejala gejala yang muncul dari penyakait darah tinggi. 

Darah tinggi adalah suatu kondisi medis dimana seseorang mengalami kenaikan tensi darah secara abnormal. Kondisi inilah yang menyebabkan penderitanya mengalami gejala gejala yang sangat menyakitkan. Tak sedikit juga penderita yang harus merelakan nyawanya akibat adanya gejala gejala dari penyakit darah tinggi ini. Jika sebelumnya anda menganggap bahwa darah tinggi ini adalah penyakit biasa yang sangat umum di kalangan masyarakat, tentu saja itu salah besar. Loh mengapa? Karena penyakit ini adalah penyakit yang sudah banyak menelan korban jiwa, jadi dapat di pastikan bahwa darah tinggi merupakan sebuah penyakit yang sangat mematikan. Untuk itulah jangan pernah sekali pun anda meremehkan penyakit yang satu ini, karena gejala gejala yang muncul dari penyakit ini sangatlah hebat. Dengan begitu, mari kita lakukan penanganan yang tepat untuk mengatasi gejala gejala yang muncu dari penyakit ini.

Apa sajakah yang menjadi gejala dari penyakit darah tinggi?

Mungkin anda pun bertanya tanya, apa sajakah gejala darah tinggi itu? Tentu saja akan kami ulas pada artikel ini. Karena pokok pembahasan dari artikel ini adalah Gejala Darah Tinggi Yang Harus Di Tindak Lanjuti. Untuk mempersingkat waktu, mari langsung saja kita bahas mengenai intisari dari artikel ini. Berikut penguraiannya.

  • Sakit kepala

Pertama tama yang akan di rasakan oleh penderita darah tinggi adalah sakit kepala. Dengan tensi darah yang terus menerus naik, bukan tidak mungkin suplai darah ke otak pun menjadi abnormal. Hal inilah yang menyebabkan penderita mengalami sakit kepala. Sakit kepala disini bukan sakit kepala biasa, bahkan sakit yang benar benar sakit. Penderita dapat kehilangan kesadaran ketika sakit kepala ini datang, itu pun dengan kondisi yang benar benar hebat.

  • Meningkatnya rasa emosional

Pernah melihat penderita darah tinggi yang sering marah marah? Jika pernah memang itu adalah salah satu gejala dari seseorang dengan penyakit darah tinggi. Perubahan hormon terjadi pada kondisi ini sehingga seseorang akan menjadi lebih sensitif dan akan lebih emosional. Maka tak heran jika penderita dari penyakit ini sering marah marah dan emosional.

  • Tubuh tidak karuan

Satu lagi gejala dari darah tinggi ini, yaitu tubuh tidak karuan. Maksudnya tubuh akan mudah terasa lelah, lemas, lesu, dan capek padahal aktivitas yang di kerjakan tidak terlalu berat dan tidak membutuhkan tenaga banyak. Hal ini lah yang perlu diperhatikan, karena dalam kondisi ini biasanya penderita akan sulit untuk beraktivitas seperti biasanya. Penderita juga sesekali dapat merasakan mual mual tidak karuan.

  • Sering mengalami kesemutan

Yang terakhir adalah penderita akan mudah merasakan kesemutan. Mungkin kesemutan ini muncul akibat dari respon tubuh terhadap usia yang sudah tidak muda lagi. Karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa darah tinggi ini memiliki jumlah kasus yang sangat banyak di alami oleh orang orang yang sudah berusia lanjut di bandingkan dengan orang orang dengan usia yang masih muda. Untuk itu jika anda sering kesemutan, berhati hatilah. Karena kesemutan merupakan salah satu gejala dari penyakit ini.

Jadi itulah beberapa gejala yang kerap sekali muncul pada penderita darah tinggi. Satu hal yang perlu kita lakukan untuk terhindar dari gejala penyakit darah tinggi ini, yaitu mencegahnya muncul. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Namun jika anda bertanya tanya mengenai dengan cara apa mencegah hal tersebut? Mungkin anda bisa melakukan hal hal kecil seperti perbaiki pola hidup yang sehat, makan dengan teratur, berolahraga secukupnya, jauhi rokok, jauhi juga obat obatan dan narkoba. Dengan itu semua Insya Allah akan membantu anda dalam mencegah penyakit darah tinggi ini muncul. Jika perlu konsumsi juga Kumadu Herbal Kunyit, karena bahan herbal alaminya akan membantu mencegah sekaligus mengatasi segala permasalahan mengenai darah tinggi.

Mengatasi Gejala Darah Tinggi Dengan Kumadu Herbal Kunyit

Apa itu Kumadu Herbal Kunyit? Adalah salah satu alternatif yang dapat kita gunakan untuk mengobati serta mengatasi gejala dari penyakit darah tinggi secara menyeluruh. Terbuat dari Madu, Sari Kurma, Propolis, GAMAT, Zaitun, Habbatussauda, Curcumin sehingga menghasilkan sebuah produk yang luar biasa. Kumadu Herbal Kunyit ini sudah terbukti akan manfaat dan khasiatnya dalam menangani berbagai macam penyakit, baik kronis maupun non kronis. Untuk itu jika sekarang ini anda mencari obat darah tinggi yang ampuh dan sudah terbukti akan khasiatnya dari zaman dahulu sampai sekarang, Kumadu Herbal Kunyit inilah solusinya.

Pesan Sekarang Juga Dan Buktikan Keampuhan Khasiatnya

AMAN DAN HALAL 

DINKES P- IRT NO . 2093201020493-22

PENGIRIMAN KESELURUH INDONESIA GARANSI 100% - UANG KEMBALI JIKA PAKET TIDAK SAMPAI - BARANG RUSAK GANTI BARU - BISA KIRIM BARANG DAHULU - DAN BANYAK PROMO LAINNYA

Inilah beberapa testimoni dari konsumen kami yang telah membuktikan keampuhan dari Kumadu Herbal Kunyit

Kumadu Herbal Kunyit Solusi Terbaik 100% Terbukti Berdasarkan Hasil Testimoni

Yakinlah bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, dan yakinkan juga bahwa Allah Subhanahu Wata'ala tidak akan membiarkan seorang hamba dalam kesulitan. Semoga saja Kumadu Herbal Kunyit ini dapat menjadi wasilah atau perantara terhadap kesembuhan anda.

Kenapa Anda Harus Pesan Kumadu Herbal Kunyit Disini ?​

PRODUK PALING BARU

Produk Paling Baru Karena Produk Kami tidak sampai 1 Bulan Sudah Habis dan Kami Produksi Baru

HARGA TERJANGKAU

1 Botol 145.000,- 1 paket 290rb dapat 2 botol dapat potongan 10.000,-

GARANSI 100%

GARANSI jika paket TIDAK sampai Uang Kembali - GARANSI jika paket rusak paket KAMI GANTI BARU

BISA KIRIM BARANG DAHULU

Untuk Memeprmudah Konsumen Kami Memberikan Layanan Kirim Barang Dahulu Sudah Sampai Baru Transfer

HARGA KUMADU HERBAL KUNYIT

Harga Per Botol

  • Pesan 1 Botol Harganya Rp 145.000,- Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 3 Botol Harga Rp 435.000,- Anda Akan Mendapat Potongan Rp 15.000,- Jadi Rp 420.000,- Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 5 Botol Harga Rp 725.000,- Anda Akan Mendapat Potongan Rp 20.000,- PLUS GRATIS 1 Botol Jadi Rp 705.000,- PLUS GRATIS 1 Botol Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 7 Botol Harga Rp 1.015.000,- Anda Akan Mendapat Potongan Rp 30.000,- PLUS GRATIS 1 Botol Jadi Rp 985.000,- PLUS GRATIS 1 Boto Belum Ongkos Kirim

Harga Per Paket

  • Pesan 1 Paket Harga Rp 290.000,- Anda Akan Mendapat Potongan Rp 10.000,- Jadi Rp 280.000,- Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 2 Paket Harga Rp 580.000,- Anda Akan Mendapat Gratis 1 Botol,- Total Rp 580.000 + dapat Gratis 1 Botol,- Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 3 Paket Harga Rp 870.000,- Anda Akan Mendapat Potongan Rp 25.000,- Plus Gratis 1 Botol,- Total Rp 845.000 + dapat Gratis 1 Botol,- Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 4 Paket Harga Rp 1.160.000,- Anda Akan Mendapat  Gratis 2 Botol,- Total Rp 1.160.000 + dapat Gratis 2 Botol,- Belum Ongkos Kirim

Order Manual , Jika Anda Susah Order Otomatis Bisa Order Dengan Cara Manual

Berikut Contoh Pemesanan Per Botol atau Per Paket

Jumlah Pesan (Paket/Botol) + Nama + Alamat Lengkap (Kp,Kel,Kec,Kota) + Kode Pos + No Hp 

1 Botol + Jhon Permana + Jl Bahagia Kel Sukasenang Kec Sukahurip Kota Tasikmalaya 46154 + 085222412XXX

1 Paket + Jhon Permana + Jl Bahagia Kel Sukasenang Kec Sukahurip Kota Tasikmalaya 46154 + 085222412XXX

Alamat Dede Herbal Indonesia

Perum Mutiara Citra Blok G No.19 Jl. Gunung Manggu Kel. Sukamaju Kidul Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya 46151.

Terimakasih Anda Telah Menjadi Konsumen Dede Herbal Indonesia Semoga Herbal Yang Anda Konsumsi Dari Dede Herbal Indonesia Menjadi Solusi Untuk Mengobatan Penyakit Yang Sedang Anda Alami Salam Sehat Dari Dede Herbal Indonesia 

PENGOBATAN DAN REHABILITASI STROKE

PENGOBATAN DAN REHABILITASI STROKE

Kapan Sebaiknya Anda Mengunjungi Dokter?

Orang yang mengalami gejala-gejala stroke harus dibawa ke dokter sesegera mungkin. Beberapa gejala dapat menghilang dengan cepat sementara beberapa gejala lainnya dapat bertahan hingga beberapa jam. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin mengalami mini-stroke atau serangan iskemik transient (TIA), yang merupakan peringatan bahwa stroke lebih serius dapat terjadi sesudahnya. Cara yang terbaik adalah mendapatkan pengobatan dini untuk mencegah stroke.

Beberapa tanda-tanda tersebut juga dapat merupakan gejala dari kondisi kardiovaskular lainnya seperti tekanan darah tinggi, perubahan kadar gula darah atau bahkan stres.

Seorang dokter umum dapat merekomendasikan Anda untuk menemui seorang dokter spesialis saraf dan dokter spesialis jantung jika Anda sedang atau pernah mengalami stroke sebelumnya.

 

Diagnosis dan Pengobatan Stroke

Untuk diagnosa dan penanganan stroke yang akurat, penting bagi pasien untuk melakukan pemeriksaan fisik dan prosedur diagnostik. Dokter akan bertanya tentang faktor-faktor risiko seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, merokok, dan riwayat keluarga. Beberapa tes juga akan dilakukan tergantung pada gejala Anda. Tes-tes yang dilakukan termasuk CT scan otak, tomografi komputer otak, MRI (pencitraan resonansi magnetik), karotis USG, karotis angiografi, EKG (elektrokardiogram), ekokardiografi dan tes darah. Hasil tes-tes tersebut dapat dengan jelas menunjukkan apakah terjadi stroke atau tidak, dan jika itu terjadi, bagian mana dari otak yang rusak dan berapa tingkat kerusakannya. Tes ini juga dapat mendeteksi kondisi kardiovaskular yang terkait.

 

Pengobatan stroke, di sisi lain, akan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan stroke.

  • Pengobatan untuk stroke iskemik: stroke iskemik biasanya diobati dengan aktivator plasminogen jaringan (TPA), obat yang memecah gumpalan darah dan diberikan dalam waktu 4 jam setelah timbulnya gejala. Dokter Anda mungkin juga meresepkan obat stroke berupa pengencer darah dan antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut. Prosedur medis seperti angioplasti atau perawatan lain yang lebih baru seperti trombolisis intra-arteri juga dapat dilakukan.
  • Pengobatan untuk stroke hemoragik: langkah pertama pengobatan untuk stroke hemoragik adalah mengendalikan atau menghentikan pendarahan di otak melalui pengobatan. Intervensi bedah seperti aneurisma kliping, perbaikan malformasi arteri atau embolisasi kumparan mungkin disarankan untuk mencegah kebocoran lebih lanjut dan untuk mencegah agar pembuluh darah tidak pecah lagi.

 

 

Proses Penyembuhan

Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi).

 

Proses penyembuhan kedua adalah fisioterapi, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisioterapi dilakukan bersama instruktur fisioterapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.

 

Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100%), ada pula yang hanya 50% saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.

 

Rehabilitasi Stroke

Karena stroke biasanya diikuti dengan masalah dalam gerakan, koordinasi, berpikir atau mengingat, bahasa, dan keterbatasan lainnya, dokter akan merekomendasikan Anda menemui terapis fisik, okupasi dan wicara untuk melakukan rehabilitasi. Terapi dapat membantu pasien stroke pulih lebih cepat untuk mengembalikan fungsi fisik dan normal mereka. Jenis, frekuensi, dan durasi terapi akan tergantung pada tingkat keparahan stroke yang terjadi. Terapi stroke mungkin melibatkan:

  • Penguatan keterampilan motorik melalui kegiatan fisik
  • Meningkatkan komunikasi dan berbicara melalui stimulasi fungsi otak secara elektrik dan penggunaan perangkat untuk mensimulasikan lingkungan nyata
  • Evaluasi dan pengobatan psikologis, termasuk konseling untuk penyesuaian emosional

 

Rehabilitasi stroke dianjurkan sesegera mungkin dalam 24-48 jam setelah stroke.

Setelah menderita stroke, pasien akan sangat disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat, bahkan jika itu berarti gaya hidup yang lengkap dan perubahan rutinitas. Faktor risiko stroke dapat dikendalikan secara efektif dengan mengikuti diet seimbang yang sehat, menjaga berat badan yang sehat, dan aktif secara fisik. Dukungan dan partisipasi dari orang yang dicintai juga sangat dianjurkan untuk mempercepat pemulihan.

APA PENYEBAB HIPERTENSI?

Hipertensi yang penyebabnya tidak jelas disebut hipertensi primer yang tidak dimengerti benar mekanismenya. Tapi tekanan darah tinggi juga bisa disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang buruk. Ambil contoh, merokok. Merokok satu batang saja dapat menyebabkan lonjakan langsung dalam tekanan darah dan dapat meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 mmHG. Nikotin dalam produk tembakau memacu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, yang mengandung natrium (makanan olahan, makanan kalengan, makanan siap saji), dan makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan juga dapat meningkatkan kolesterol dan/atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi bisa muncul sebagai efek samping obat gagal ginjal dan perawatan penyakit jantung. Kondisi ini disebut hipertensi sekunder. Pil KB atau obat flu yang dijual di toko obat juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.  Wanita hamil atau yang menggunakan terapi pengganti hormon mungkin juga mengalami tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi karena obat mungkin menjadi normal setelah berhenti minum obat, tapi dalam beberapa kasus, tekanan darah masih meningkat selama beberapa minggu setelah menghentikan penggunaan obat. Anda harus bertanya kepada dokter jika tekanan darah abnormal terus terjadi. Anak di bawah 10 tahun sering kali mengalami tekanan darah tinggi karena penyakit lain, misalnyapenyakit ginjal. Dalam kasus tersebut, tekanan darah anak akan kembali normal setelah mengonsumsi obat darah tinggi.

Siapa yang berisiko terkena hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, lebih dari 25% penduduk Indonesia yang berusia di atas 18 tahun menderita tekanan darah tinggi maupun prehipertensi.

Sebagian besar kasus tekanan darah tinggi pada remaja diklasifikasikan sebagai hipertensi primer. Seperti orang dewasa, penyebab hipertensi primer tidak sepenuhnya dipahami. Beberapa remaja tampak mewarisi kecenderungan terkena tekanan darah tinggi dari orangtua mereka, sementara yang lain menjadi korban gaya hidup buruk, yang mengakibatkan obesitas dan bentuk tubuh tidak ideal yang istilahnya disebut dokter sebagai “menurunnya kebugaran kardiovaskular”.

Pada beberapa kasus, hipertensi pada remaja didasari oleh kondisi medis tertentu yang sudah lebih dulu diidapnya, seperti penyakit jantung maupun ginjal. Namun secara umum, faktor-faktor berikut ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi:

  • Kelelahan
  • Diabetes
  • Asam urat
  • Obesitas
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit ginjal
  • Kecanduan alkohol
  • Wanita yang menggunakan pil KB
  • Orang yang memiliki orangtua atau kakek nenek dengan tekanan darah tinggi

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak akan kena hipertensi. Faktor ini hanya sebagai referensi. Konsultasikanlah kepada dokter untuk detail lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam sehat.