PENGOBATAN ALAMI UNTUK GANGGUAN PENCERNAAN

PENGOBATAN ALAMI UNTUK GANGGUAN PENCERNAAN

  1. Membuat Teh Jahe

Jahe adalah obat alami yang paling umum untuk penyakit perut, mual, dan gangguan pencernaan. Minuman jahe dapat membantu pencernaan dan merangsang produksi air liur. Penelitian telah menunjukkan bahwa jahe dapat mengurangi pembengkakan, menurunkan kolesterol dan gula darah. Meskipun beberapa ahli menyarankan bahwa jahe bisa menyebabkan keguguran pada wanita hamil.

  1. Mengunyah Permen Karet

Permen karet membuat tubuh memproduksi lebih banyak air liur. Beberapa permen karet memiliki xylitol yang dapat membantu mencegah gigi berlubang. Selain itu rasa mint permen karet dapat mengurangi bau napas.  Mengunyah permen karet setelah Anda makan merupakan ide yang baik. Jika Anda menelan permen karet, jangan khawatir. Meskipun benar bahwa perut Anda tidak bisa mencerna permen karet, permen karet hanya akan cenderung bergerak bersama sistem pencernaan Anda dan keluar dari tubuh Anda. Namun, masih mungkin bahwa permen karet dapat menyebabkan penyumbatan di perut Anda jika Anda menelan permen karet dalam jumlah yang besar.

  1. Minum Jus Lidah Buaya

Aloe adalah anti-inflamasi yang dapat membuat kulit mulus serta perut Anda lebih baik. Jus lidah buaya dapat membantu meredakan mulas dan GERD dengan mengurangi peradangan di perut Anda. Ada beberapa efek samping lidah buaya. Dianjurkan untuk orang dengan sakit perut yang mendadak dan berat, radang usus buntu, obstruksi usus, impaksi tinja, penyakit ginjal, penyakit hati, atau pada orang yang memakai zat beracun untuk hati agar menghindari lidah. Untuk amannya, Anda harus bertanya kepada dokter atau herbalis sebelum minum jus lidah buaya.

  1. Gunakan Baking Soda

Baking soda sangat membantu untuk menyeimbangkan asam lambung jika Anda memiliki maag atau refluks asam. Baking soda adalah bubuk alkana yang dapat membantu refluks Anda dan sehingga meredakan mulas karena merupakan zat bersifat basa. Seperti biasa, Anda sebaiknya tidak terlalu banyak menggunakan sesuatu. Baking soda tidak aman dalam dosis tinggi dan tidak boleh digunakan untuk jangka waktu yang lama.

  1. Chamomile

Chamomile dapat mengobati kondisi pencernaan seperti kolik, gas, diare, kram perut, dan gangguan pencernaan. Mengandung sifat antispasmodic yang membantu mengendurkan otot-otot halus terutama pada sindrom iritasi usus besar. Chamomile juga memiliki efek menenangkan pada otak dan dapat meringankan rasa sakit pada pasien sakit kronis.

  1. Jangan Berbaring Setelah Makan

Anda dapat membantu pencernaan dengan membuat beberapa perubahan dalam kebiasaan Anda. Setelah Anda makan, jangan langsung berbaring. Barkan gravitasi melakukan pekerjaannya dan menarik isi perut ke bawah sepanjang sistem pencernaan Anda. Jika Anda memiliki mulas pada malam hari, cobalah untuk menempatkan bantal untuk mengangkat leher Anda, atau jika itu tidak berhasil, angkat  tubuh bagian atas Anda untuk mencegah mulas pada malam hari.

APA PENYEBAB HIPERTENSI?

Hipertensi yang penyebabnya tidak jelas disebut hipertensi primer yang tidak dimengerti benar mekanismenya. Tapi tekanan darah tinggi juga bisa disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang buruk. Ambil contoh, merokok. Merokok satu batang saja dapat menyebabkan lonjakan langsung dalam tekanan darah dan dapat meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 mmHG. Nikotin dalam produk tembakau memacu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, yang mengandung natrium (makanan olahan, makanan kalengan, makanan siap saji), dan makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan juga dapat meningkatkan kolesterol dan/atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi bisa muncul sebagai efek samping obat gagal ginjal dan perawatan penyakit jantung. Kondisi ini disebut hipertensi sekunder. Pil KB atau obat flu yang dijual di toko obat juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.  Wanita hamil atau yang menggunakan terapi pengganti hormon mungkin juga mengalami tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi karena obat mungkin menjadi normal setelah berhenti minum obat, tapi dalam beberapa kasus, tekanan darah masih meningkat selama beberapa minggu setelah menghentikan penggunaan obat. Anda harus bertanya kepada dokter jika tekanan darah abnormal terus terjadi. Anak di bawah 10 tahun sering kali mengalami tekanan darah tinggi karena penyakit lain, misalnyapenyakit ginjal. Dalam kasus tersebut, tekanan darah anak akan kembali normal setelah mengonsumsi obat darah tinggi.

Siapa yang berisiko terkena hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, lebih dari 25% penduduk Indonesia yang berusia di atas 18 tahun menderita tekanan darah tinggi maupun prehipertensi.

Sebagian besar kasus tekanan darah tinggi pada remaja diklasifikasikan sebagai hipertensi primer. Seperti orang dewasa, penyebab hipertensi primer tidak sepenuhnya dipahami. Beberapa remaja tampak mewarisi kecenderungan terkena tekanan darah tinggi dari orangtua mereka, sementara yang lain menjadi korban gaya hidup buruk, yang mengakibatkan obesitas dan bentuk tubuh tidak ideal yang istilahnya disebut dokter sebagai “menurunnya kebugaran kardiovaskular”.

Pada beberapa kasus, hipertensi pada remaja didasari oleh kondisi medis tertentu yang sudah lebih dulu diidapnya, seperti penyakit jantung maupun ginjal. Namun secara umum, faktor-faktor berikut ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi:

  • Kelelahan
  • Diabetes
  • Asam urat
  • Obesitas
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit ginjal
  • Kecanduan alkohol
  • Wanita yang menggunakan pil KB
  • Orang yang memiliki orangtua atau kakek nenek dengan tekanan darah tinggi

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak akan kena hipertensi. Faktor ini hanya sebagai referensi. Konsultasikanlah kepada dokter untuk detail lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam sehat.

5 MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI PENDERITA REMATIK

5 MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI PENDERITA REMATIK

Rematik (Rheumatoid Arthritis) adalah penyakit yang menyebabkan radang dan kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku dan bengkak pada sendi. Bagian yang paling sering terkena rematik yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut. Akan tetapi, rematik juga bisa menjalar kebagian lain seperti bagian pinggul dan lutut yang dapat mengakibatkan si pengidap sulit untuk berjalan, berlutut, membungkuk, dan bahkan berdiri.

Pengidap rematik lebih banyak kepada wanita dibandingkan pria, dengan tingkat usia 20-40 tahun. Penyebab rematik pun beragam, mulai dari asam urat, faktor usia, osteoporosis, mengonsumsi alkohol dan bahkan bisa terjadi akibat dehidrasi. Apabila seseorang telah mengalami rematik, sebaiknya pengidap harus memiliki pantangan rematik dengan cara menghindari konsumsi beberapa makanan pemicu rematik tersebut. Berikut adalah 5 makanan pantangan rematik yang harus dihindari:

 

  1. Jeroan 

Jeroan merupakan makanan yang diambil dari dalaman hewan yang terdiri dari usus, hati, ampela, jantung, otak dan lainnya. Jeroan ini memang memiliki rasa yang lezat, terlebih lagi jika diolah dengan cara di sop dengan menggunakan santan. Akan tetapi jeroan merupakan makanan pantangan rematik, yang apabila si pengidap memakannya akan memicu kambuh dan nyeri sakit di bagian yang terserang. Selain dapat memicu rematik, jeroan juga menyebabkan penyakit lain seperti jantung, hipertensi, obesitas dan komplikasi penyakit lainnya.

 

  1. Santan

Makanan pantangan rematik yang Anda harus hindari adalah santan. Memang santan akan menjadikan makanan bertambah lezat dan menjadi gurih. Akan tetapi santan mengandung zat purin yang tinggi dan kaya akan zat kolesterol. Jadi segala makanan yang mengandung santan, sebaiknya tidak boleh dikonsumsi atau menjadi pantangan rematik. Kandungan zat purin pada santan menjadi pemicu sendi menjadi sakit bagi pengidap rematik, dan juga asam urat.

 

  1. Seafood

Seafood merupakan makanan yang lezat, sebab rasanya yang gurih dan bisa diolah ke dalam berbagai jenis masakan. Sayangnya, bagi pengidap penyakit rematik, seafood dapat memicu munculnya gejala rematik dan membuat kambuh. Seafood yang harus dihindari adalah berbagai jenis kepiting dan udang.

 

  1. Sayuran

Sayuran memang sangat menyehatkan untuk tubuh, di dalam sayuran banyak sekali jenis vitamin dan mineral yang bagus jika dikonsumsi tubuh. Sayangnya, terdapat beberapa jenis sayuran yang menjadi pantangan, untuk pengidap asam urat dan juga rematik. Alasannya adalah di dalam sayuran tersebut terdapat zat purin yang tinggi, sehingga dapat memicu sendi yang sakit. Adapun sayuran yang menjadi pantangan rematik adalah bayam, jamur, kembang kol, kangkung, dan sawi.

 

  1. Daging Kambing

Sate kambing rasanya yang lezat, apalagi jika diolah dengan cara disate atau di tongseng. Daging kambing dengan lemak menjadi pantangan orang yang memiliki penyakit seperti hipertensi, kolesterol, dan rematik. Zat purin yang tinggi menjadikan daging kambing sering menjadi pantangan bagi orang yang memiliki penyakit tersebut.

Itulah 5 makanan pantangan rematik yang harus dihindari, sebab masing-masing dari makanan tersebut memiliki zat purin yang tinggi pemicu rematik. Penyakit rematik memang tidak bisa disembuhkan secara instan, dibutuhkan pengobatan yang intens agar rematik dapat sembuh. Salah satu cara mengobati rematik memang dengan melakukan pantangan makanan.

Melakukan pantangan makanan, bukan berarti Anda tidak bisa mengonsumsi semua jenis makanan. Ada juga makanan yang memang dianjurkan bagi pengidap rematik, seperti jahe, apel, kunyit, minyak zaitun, nanas, bawang putih, produk olahan susu, ikan dan makanan lainnya yang mengandung protein.