PENGOBATAN DAN REHABILITASI STROKE

PENGOBATAN DAN REHABILITASI STROKE

Kapan Sebaiknya Anda Mengunjungi Dokter?

Orang yang mengalami gejala-gejala stroke harus dibawa ke dokter sesegera mungkin. Beberapa gejala dapat menghilang dengan cepat sementara beberapa gejala lainnya dapat bertahan hingga beberapa jam. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin mengalami mini-stroke atau serangan iskemik transient (TIA), yang merupakan peringatan bahwa stroke lebih serius dapat terjadi sesudahnya. Cara yang terbaik adalah mendapatkan pengobatan dini untuk mencegah stroke.

Beberapa tanda-tanda tersebut juga dapat merupakan gejala dari kondisi kardiovaskular lainnya seperti tekanan darah tinggi, perubahan kadar gula darah atau bahkan stres.

Seorang dokter umum dapat merekomendasikan Anda untuk menemui seorang dokter spesialis saraf dan dokter spesialis jantung jika Anda sedang atau pernah mengalami stroke sebelumnya.

 

Diagnosis dan Pengobatan Stroke

Untuk diagnosa dan penanganan stroke yang akurat, penting bagi pasien untuk melakukan pemeriksaan fisik dan prosedur diagnostik. Dokter akan bertanya tentang faktor-faktor risiko seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, merokok, dan riwayat keluarga. Beberapa tes juga akan dilakukan tergantung pada gejala Anda. Tes-tes yang dilakukan termasuk CT scan otak, tomografi komputer otak, MRI (pencitraan resonansi magnetik), karotis USG, karotis angiografi, EKG (elektrokardiogram), ekokardiografi dan tes darah. Hasil tes-tes tersebut dapat dengan jelas menunjukkan apakah terjadi stroke atau tidak, dan jika itu terjadi, bagian mana dari otak yang rusak dan berapa tingkat kerusakannya. Tes ini juga dapat mendeteksi kondisi kardiovaskular yang terkait.

 

Pengobatan stroke, di sisi lain, akan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan stroke.

  • Pengobatan untuk stroke iskemik: stroke iskemik biasanya diobati dengan aktivator plasminogen jaringan (TPA), obat yang memecah gumpalan darah dan diberikan dalam waktu 4 jam setelah timbulnya gejala. Dokter Anda mungkin juga meresepkan obat stroke berupa pengencer darah dan antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut. Prosedur medis seperti angioplasti atau perawatan lain yang lebih baru seperti trombolisis intra-arteri juga dapat dilakukan.
  • Pengobatan untuk stroke hemoragik: langkah pertama pengobatan untuk stroke hemoragik adalah mengendalikan atau menghentikan pendarahan di otak melalui pengobatan. Intervensi bedah seperti aneurisma kliping, perbaikan malformasi arteri atau embolisasi kumparan mungkin disarankan untuk mencegah kebocoran lebih lanjut dan untuk mencegah agar pembuluh darah tidak pecah lagi.

 

 

Proses Penyembuhan

Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi).

 

Proses penyembuhan kedua adalah fisioterapi, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisioterapi dilakukan bersama instruktur fisioterapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.

 

Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100%), ada pula yang hanya 50% saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.

 

Rehabilitasi Stroke

Karena stroke biasanya diikuti dengan masalah dalam gerakan, koordinasi, berpikir atau mengingat, bahasa, dan keterbatasan lainnya, dokter akan merekomendasikan Anda menemui terapis fisik, okupasi dan wicara untuk melakukan rehabilitasi. Terapi dapat membantu pasien stroke pulih lebih cepat untuk mengembalikan fungsi fisik dan normal mereka. Jenis, frekuensi, dan durasi terapi akan tergantung pada tingkat keparahan stroke yang terjadi. Terapi stroke mungkin melibatkan:

  • Penguatan keterampilan motorik melalui kegiatan fisik
  • Meningkatkan komunikasi dan berbicara melalui stimulasi fungsi otak secara elektrik dan penggunaan perangkat untuk mensimulasikan lingkungan nyata
  • Evaluasi dan pengobatan psikologis, termasuk konseling untuk penyesuaian emosional

 

Rehabilitasi stroke dianjurkan sesegera mungkin dalam 24-48 jam setelah stroke.

Setelah menderita stroke, pasien akan sangat disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat, bahkan jika itu berarti gaya hidup yang lengkap dan perubahan rutinitas. Faktor risiko stroke dapat dikendalikan secara efektif dengan mengikuti diet seimbang yang sehat, menjaga berat badan yang sehat, dan aktif secara fisik. Dukungan dan partisipasi dari orang yang dicintai juga sangat dianjurkan untuk mempercepat pemulihan.