5 MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI PENDERITA REMATIK

5 MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI PENDERITA REMATIK

Rematik (Rheumatoid Arthritis) adalah penyakit yang menyebabkan radang dan kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku dan bengkak pada sendi. Bagian yang paling sering terkena rematik yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut. Akan tetapi, rematik juga bisa menjalar kebagian lain seperti bagian pinggul dan lutut yang dapat mengakibatkan si pengidap sulit untuk berjalan, berlutut, membungkuk, dan bahkan berdiri.

Pengidap rematik lebih banyak kepada wanita dibandingkan pria, dengan tingkat usia 20-40 tahun. Penyebab rematik pun beragam, mulai dari asam urat, faktor usia, osteoporosis, mengonsumsi alkohol dan bahkan bisa terjadi akibat dehidrasi. Apabila seseorang telah mengalami rematik, sebaiknya pengidap harus memiliki pantangan rematik dengan cara menghindari konsumsi beberapa makanan pemicu rematik tersebut. Berikut adalah 5 makanan pantangan rematik yang harus dihindari:

 

  1. Jeroan 

Jeroan merupakan makanan yang diambil dari dalaman hewan yang terdiri dari usus, hati, ampela, jantung, otak dan lainnya. Jeroan ini memang memiliki rasa yang lezat, terlebih lagi jika diolah dengan cara di sop dengan menggunakan santan. Akan tetapi jeroan merupakan makanan pantangan rematik, yang apabila si pengidap memakannya akan memicu kambuh dan nyeri sakit di bagian yang terserang. Selain dapat memicu rematik, jeroan juga menyebabkan penyakit lain seperti jantung, hipertensi, obesitas dan komplikasi penyakit lainnya.

 

  1. Santan

Makanan pantangan rematik yang Anda harus hindari adalah santan. Memang santan akan menjadikan makanan bertambah lezat dan menjadi gurih. Akan tetapi santan mengandung zat purin yang tinggi dan kaya akan zat kolesterol. Jadi segala makanan yang mengandung santan, sebaiknya tidak boleh dikonsumsi atau menjadi pantangan rematik. Kandungan zat purin pada santan menjadi pemicu sendi menjadi sakit bagi pengidap rematik, dan juga asam urat.

 

  1. Seafood

Seafood merupakan makanan yang lezat, sebab rasanya yang gurih dan bisa diolah ke dalam berbagai jenis masakan. Sayangnya, bagi pengidap penyakit rematik, seafood dapat memicu munculnya gejala rematik dan membuat kambuh. Seafood yang harus dihindari adalah berbagai jenis kepiting dan udang.

 

  1. Sayuran

Sayuran memang sangat menyehatkan untuk tubuh, di dalam sayuran banyak sekali jenis vitamin dan mineral yang bagus jika dikonsumsi tubuh. Sayangnya, terdapat beberapa jenis sayuran yang menjadi pantangan, untuk pengidap asam urat dan juga rematik. Alasannya adalah di dalam sayuran tersebut terdapat zat purin yang tinggi, sehingga dapat memicu sendi yang sakit. Adapun sayuran yang menjadi pantangan rematik adalah bayam, jamur, kembang kol, kangkung, dan sawi.

 

  1. Daging Kambing

Sate kambing rasanya yang lezat, apalagi jika diolah dengan cara disate atau di tongseng. Daging kambing dengan lemak menjadi pantangan orang yang memiliki penyakit seperti hipertensi, kolesterol, dan rematik. Zat purin yang tinggi menjadikan daging kambing sering menjadi pantangan bagi orang yang memiliki penyakit tersebut.

Itulah 5 makanan pantangan rematik yang harus dihindari, sebab masing-masing dari makanan tersebut memiliki zat purin yang tinggi pemicu rematik. Penyakit rematik memang tidak bisa disembuhkan secara instan, dibutuhkan pengobatan yang intens agar rematik dapat sembuh. Salah satu cara mengobati rematik memang dengan melakukan pantangan makanan.

Melakukan pantangan makanan, bukan berarti Anda tidak bisa mengonsumsi semua jenis makanan. Ada juga makanan yang memang dianjurkan bagi pengidap rematik, seperti jahe, apel, kunyit, minyak zaitun, nanas, bawang putih, produk olahan susu, ikan dan makanan lainnya yang mengandung protein.

PENGOBATAN ASAM URAT DAN PENCEGAHANNYA

PENGOBATAN ASAM URAT DAN PENCEGAHANNYA

 

Penting untuk beristirahat dengan cukup selama Anda mengalami serangan penyakit asam urat. Angkatlah tungkai Anda dan hindarkan sendi yang sedang mengalami radang dari benturan. Mengompres sendi dengan sekantong es selama sekitar dua puluh menit juga dapat membantu meredakan rasa nyeri. Jangan mengompres lebih dari waktu tersebut dan jangan menempelkan es secara langsung ke kulit karena dapat merusak kulit.

 

Segera minum obat yang diresepkan oleh dokter begitu Anda merasakan serangan penyakit asam urat. Obat yang umum digunakan untuk meredakan peradangan dan nyeri adalah kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti indometasin, diclofenac, naproxen, dan etoricoxib. Namun efek samping penggunaan OAINS dapat meliputi sakit maag dan gangguan pencernaan. Untuk meminimalkan timbulnya efek samping tersebut, dokter biasanya akan meresepkan obat penghambat pompa proton (PPI) sebagai penyerta.

 

Penting untuk mengikuti seluruh petunjuk pemakaian yang diberikan oleh dokter dalam mengonsumsi OAINS. Obat ini biasanya harus terus digunakan selama serangan penyakit asam urat belum reda, hingga dua hari setelah serangan reda untuk mencegah kambuh. Apabila OAINS kurang mampu meredakan gejala penyakit asam urat atau Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi obat ini dikarenakan kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan colchicine sebagai pengganti yang juga berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit dan pembengkakan. Colchicine jarang menimbulkan efek samping. Efek samping berupa sakit perut, mual, dan diare biasanya timbul apabila obat ini dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Pada kasus penyakit asam urat dengan gejala parah yang tidak bisa diredakan dengan OAINS atau colchicine, dokter biasanya akan meresepkan kortikosteroid. Selain dalam bentuk tablet, obat ini juga bisa diberikan dokter dalam bentuk suntik untuk meredakan nyeri secara cepat.

 

Apabila digunakan dalam dosis rendah dan dalam jangka waktu singkat, kortikosteroid jarang menimbulkan efek samping. Sebaliknya, jika digunakan dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama, obat ini berisiko menimbulkan efek samping, seperti otot terasa lemas, kulit mudah memar, penipisan tulang, dan kenaikan berat badan.

 

Mencegah Terulangnya Serangan Penyakit Asam Urat

Makanan yang mengandung banyak purin dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh dan membuat kita rentan untuk terserang gejala penyakit asam urat. Oleh karena itu, hindari makanan semacam itu. Contoh-contoh makanan yang banyak mengandung purin adalah jeroan (jantung, hati, ginjal, dan otak), makanan laut (kerang-kerangan, kepiting, dan udang), daging merah, makanan yang mengandung ragi, dan ikan yang banyak mengandung minyak (sarden, makarel, dan ikan teri). Selain karena jeroan, kadar asam urat juga bisa meningkat apabila kita terlalu banyak mengonsumsi camilan manis, minuman manis, dan minuman beralkohol. Jenis minuman beralkohol yang paling berisiko memicu serangan penyakit asam urat adalah bir, wiski, dan vodka.

 

Kurangi berat badan apabila Anda memiliki proporsi tubuh kegemukan (obesitas) karena fisik seperti itu akan membuat Anda rentan terhadap serangan penyakit asam urat. Selain itu, jangan mengesampingkan pentingnya berolah raga secara cukup agar tubuh Anda selalu sehat dan bugar. Jika kebetulan Anda sedang merasakan gejala penyakit asam urat, namun ingin menjaga kebugaran fisik, hindarilah melakukan olah raga yang dapat memberikan tekanan pada sendi yang meradang. Sebaiknya pilih olahraga renang karena air dapat ikut menopang berat badan sehingga sendi tidak terlalu mengalami tekanan.

 

Minum air putih secukupnya tiap hari. Disamping dapat menghindarkan diri dari dehidrasi, air juga dapat memperlancar pembuangan asam urat melalui urine sehingga risiko pembentukan kristal menjadi minim. Disarankan agar kita minum sekitar 6-8 gelas air mineral per hari, bahkan lebih banyak jika kita juga rutin melakukan olahraga atau sedang berada di bawah cuaca panas.

 

Selain melalui pengaturan makanan, minuman, berat badan, dan olahraga, serangan gejala penyakit asam urat juga bisa dicegah melalui obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Biasanya obat pencegah asam urat diperuntukkan bagi pasien yang sering mengalami kambuh atau pasien yang sudah terkena komplikasi penyakit asam urat. Berikut ini jenis-jenis obat pencegah serangan penyakit asam urat.

 

  • Allopurinol.Tablet yang diminum sekali dalam sehari ini dapat membantu tubuh menurunkan jumlah asam urat dengan cara menghambat enzim yang bertugas mengubah purin menjadi asam urat. Dosis allopurinol harus disesuaikan untuk memastikan tercapainya penurunan kadar asam urat sesuai target, yaitu di bawah 360 umol/L atau 6 mg/dl. Dosis obat ini biasanya akan meningkat tiap 3-4 minggu, tergantung kepada hasil pemeriksaan darah. Kristal-kristal asam urat di dalam tubuh umumnya akan hilang secara total dalam waktu 1-2 tahun masa pengobatan.

 

Kadang-kadang serangan gout dapat terjadi ketika Anda pertama kali menggunakan pengobatan dengan allopurinol. Hal ini disebabkan oleh menyusutnya kristal-kristal yang ada di tulang rawan sendi akibat kadar asam urat yang berkurang drastis hingga di bawah titik jenuh. Kristal yang menyusut tersebut menjadi lebih mudah meloloskan diri dari tulang rawan ke dalam rongga sendi dan akhirnya membuat lapisan sendi atau sinovium mengalami radang. Namun jangan khawatir hal ini akan berhenti setelah tubuh Anda benar-benar bersih dari kristal natrium urat. Yang terpenting adalah Anda jangan menyerah menjalani terapi pengobatan ini demi hasil yang maksimal. Efek samping yang mungkin saja timbul dari penggunaan allopurinol adalah sakit kepala, gangguan pencernaan, diare, dan ruam kulit. Khusus untuk efek samping ruam kulit, temui dokter jika Anda mengalaminya karena bisa jadi itu merupakan tanda alergi terhadap obat.

 

  • Obat ini mampu menurunkan kadar asam urat dengan cara meningkatkan kemampuan ginjal untuk membuangnya. Efek samping yang mungkin saja ada setelah menggunakan probenecid adalah sakit perut, ruam kulit, dan risiko penyakit batu ginjal.

 

Mencegah Penyakit Asam Urat Dengan Vitamin C

Menurut sebuah penelitian, vitamin C mampu mencegah penyakit asam urat dengan cara meningkatkan kinerja ginjal dalam membuang asam urat yang ada di tubuh kita. Dosis vitamin C yang dianjurkan adalah 500 miligram per hari. Namun sebelum Anda mengonsumsi suplemen vitamin C, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter karena dikhawatirkan Anda memiliki masalah kesehatan yang bisa bertambah parah atau sedang menjalani pengobatan dengan obat yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan suplemen vitamin C.