WASPADA ASAM URAT!

WASPADA ASAM URAT!

a

DAN KETAHUI PENYEBABNYA

Sendi yang tiba-tiba terasa sangat sakit (terutama sendi jempol kaki) merupakan gejala penyakit asam urat yang umum terjadi. Sering kali penderita penyakit ini kesulitan untuk berjalan akibat rasa sakit yang sangat mengganggu. Meski dapat muncul kapan saja, namun umumnya gejala biasanya lebih terasa di malam hari. Tidak hanya sendi jempol kaki saja, sendi-sendi lain yang terletak di ujung anggota badan juga rentan terkena serangan penyakit asam urat. Contohnya adalah sendi pergelangan kaki, telapak kaki tengah, lutut, pergelangan tangan, jari-jari tangan, dan siku.

 

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Orang awam kadang-kadang menyebut penyakit ini sebagai encok.

 

Laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat dibandingkan dengan perempuan, terutama saat usia mereka di atas 30 tahun. Pada perempuan, penyakit ini biasanya berisiko timbul setelah monopause. Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. Rasa sakit bisa berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu bergerak secara leluasa.

 

Di Indonesia, orang sering salah kaprah menyamakan penyakit asam urat dengan rematik. Padahal rematik adalah istilah umum yang dipakai untuk menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan. Penyakit asam urat hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Mengenali gejala dan tanda pada gout dapat membantu seseorang membedakan dengan nyeri sendi yang disebabkan oleh kondisi lain.

Banyak orang mengira apabila kadar asam urat di dalam darah tinggi (hiperurisemia), maka akan terkena gout. Hal ini tidak benar, karena hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout.

 

Penyebab Penyakit Asam Urat

Gejala nyeri dan pembengkakan pada penyakit asam urat disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat. Seseorang yang suka mengonsumsi makanan yang menyebabkan peningkatan asam urat  (contohnya jeroan, hidangan laut, daging merah) dan seseorang yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol akan berisiko tinggi terkena penyakit asam urat. Selain itu, penyakit ini juga rawan dialami oleh orang-orang yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik. Menurut penelitian, seseorang yang memiliki keluarga penderita penyakit asam urat juga dapat terkena kondisi sama. Dengan kata lain, penyakit ini bersifat genetik juga.

5 MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI PENDERITA REMATIK

5 MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI PENDERITA REMATIK

Rematik (Rheumatoid Arthritis) adalah penyakit yang menyebabkan radang dan kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku dan bengkak pada sendi. Bagian yang paling sering terkena rematik yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut. Akan tetapi, rematik juga bisa menjalar kebagian lain seperti bagian pinggul dan lutut yang dapat mengakibatkan si pengidap sulit untuk berjalan, berlutut, membungkuk, dan bahkan berdiri.

Pengidap rematik lebih banyak kepada wanita dibandingkan pria, dengan tingkat usia 20-40 tahun. Penyebab rematik pun beragam, mulai dari asam urat, faktor usia, osteoporosis, mengonsumsi alkohol dan bahkan bisa terjadi akibat dehidrasi. Apabila seseorang telah mengalami rematik, sebaiknya pengidap harus memiliki pantangan rematik dengan cara menghindari konsumsi beberapa makanan pemicu rematik tersebut. Berikut adalah 5 makanan pantangan rematik yang harus dihindari:

 

  1. Jeroan 

Jeroan merupakan makanan yang diambil dari dalaman hewan yang terdiri dari usus, hati, ampela, jantung, otak dan lainnya. Jeroan ini memang memiliki rasa yang lezat, terlebih lagi jika diolah dengan cara di sop dengan menggunakan santan. Akan tetapi jeroan merupakan makanan pantangan rematik, yang apabila si pengidap memakannya akan memicu kambuh dan nyeri sakit di bagian yang terserang. Selain dapat memicu rematik, jeroan juga menyebabkan penyakit lain seperti jantung, hipertensi, obesitas dan komplikasi penyakit lainnya.

 

  1. Santan

Makanan pantangan rematik yang Anda harus hindari adalah santan. Memang santan akan menjadikan makanan bertambah lezat dan menjadi gurih. Akan tetapi santan mengandung zat purin yang tinggi dan kaya akan zat kolesterol. Jadi segala makanan yang mengandung santan, sebaiknya tidak boleh dikonsumsi atau menjadi pantangan rematik. Kandungan zat purin pada santan menjadi pemicu sendi menjadi sakit bagi pengidap rematik, dan juga asam urat.

 

  1. Seafood

Seafood merupakan makanan yang lezat, sebab rasanya yang gurih dan bisa diolah ke dalam berbagai jenis masakan. Sayangnya, bagi pengidap penyakit rematik, seafood dapat memicu munculnya gejala rematik dan membuat kambuh. Seafood yang harus dihindari adalah berbagai jenis kepiting dan udang.

 

  1. Sayuran

Sayuran memang sangat menyehatkan untuk tubuh, di dalam sayuran banyak sekali jenis vitamin dan mineral yang bagus jika dikonsumsi tubuh. Sayangnya, terdapat beberapa jenis sayuran yang menjadi pantangan, untuk pengidap asam urat dan juga rematik. Alasannya adalah di dalam sayuran tersebut terdapat zat purin yang tinggi, sehingga dapat memicu sendi yang sakit. Adapun sayuran yang menjadi pantangan rematik adalah bayam, jamur, kembang kol, kangkung, dan sawi.

 

  1. Daging Kambing

Sate kambing rasanya yang lezat, apalagi jika diolah dengan cara disate atau di tongseng. Daging kambing dengan lemak menjadi pantangan orang yang memiliki penyakit seperti hipertensi, kolesterol, dan rematik. Zat purin yang tinggi menjadikan daging kambing sering menjadi pantangan bagi orang yang memiliki penyakit tersebut.

Itulah 5 makanan pantangan rematik yang harus dihindari, sebab masing-masing dari makanan tersebut memiliki zat purin yang tinggi pemicu rematik. Penyakit rematik memang tidak bisa disembuhkan secara instan, dibutuhkan pengobatan yang intens agar rematik dapat sembuh. Salah satu cara mengobati rematik memang dengan melakukan pantangan makanan.

Melakukan pantangan makanan, bukan berarti Anda tidak bisa mengonsumsi semua jenis makanan. Ada juga makanan yang memang dianjurkan bagi pengidap rematik, seperti jahe, apel, kunyit, minyak zaitun, nanas, bawang putih, produk olahan susu, ikan dan makanan lainnya yang mengandung protein.