PENGOBATAN ASAM URAT DAN PENCEGAHANNYA

PENGOBATAN ASAM URAT DAN PENCEGAHANNYA

 

Penting untuk beristirahat dengan cukup selama Anda mengalami serangan penyakit asam urat. Angkatlah tungkai Anda dan hindarkan sendi yang sedang mengalami radang dari benturan. Mengompres sendi dengan sekantong es selama sekitar dua puluh menit juga dapat membantu meredakan rasa nyeri. Jangan mengompres lebih dari waktu tersebut dan jangan menempelkan es secara langsung ke kulit karena dapat merusak kulit.

 

Segera minum obat yang diresepkan oleh dokter begitu Anda merasakan serangan penyakit asam urat. Obat yang umum digunakan untuk meredakan peradangan dan nyeri adalah kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti indometasin, diclofenac, naproxen, dan etoricoxib. Namun efek samping penggunaan OAINS dapat meliputi sakit maag dan gangguan pencernaan. Untuk meminimalkan timbulnya efek samping tersebut, dokter biasanya akan meresepkan obat penghambat pompa proton (PPI) sebagai penyerta.

 

Penting untuk mengikuti seluruh petunjuk pemakaian yang diberikan oleh dokter dalam mengonsumsi OAINS. Obat ini biasanya harus terus digunakan selama serangan penyakit asam urat belum reda, hingga dua hari setelah serangan reda untuk mencegah kambuh. Apabila OAINS kurang mampu meredakan gejala penyakit asam urat atau Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi obat ini dikarenakan kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan colchicine sebagai pengganti yang juga berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit dan pembengkakan. Colchicine jarang menimbulkan efek samping. Efek samping berupa sakit perut, mual, dan diare biasanya timbul apabila obat ini dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Pada kasus penyakit asam urat dengan gejala parah yang tidak bisa diredakan dengan OAINS atau colchicine, dokter biasanya akan meresepkan kortikosteroid. Selain dalam bentuk tablet, obat ini juga bisa diberikan dokter dalam bentuk suntik untuk meredakan nyeri secara cepat.

 

Apabila digunakan dalam dosis rendah dan dalam jangka waktu singkat, kortikosteroid jarang menimbulkan efek samping. Sebaliknya, jika digunakan dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama, obat ini berisiko menimbulkan efek samping, seperti otot terasa lemas, kulit mudah memar, penipisan tulang, dan kenaikan berat badan.

 

Mencegah Terulangnya Serangan Penyakit Asam Urat

Makanan yang mengandung banyak purin dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh dan membuat kita rentan untuk terserang gejala penyakit asam urat. Oleh karena itu, hindari makanan semacam itu. Contoh-contoh makanan yang banyak mengandung purin adalah jeroan (jantung, hati, ginjal, dan otak), makanan laut (kerang-kerangan, kepiting, dan udang), daging merah, makanan yang mengandung ragi, dan ikan yang banyak mengandung minyak (sarden, makarel, dan ikan teri). Selain karena jeroan, kadar asam urat juga bisa meningkat apabila kita terlalu banyak mengonsumsi camilan manis, minuman manis, dan minuman beralkohol. Jenis minuman beralkohol yang paling berisiko memicu serangan penyakit asam urat adalah bir, wiski, dan vodka.

 

Kurangi berat badan apabila Anda memiliki proporsi tubuh kegemukan (obesitas) karena fisik seperti itu akan membuat Anda rentan terhadap serangan penyakit asam urat. Selain itu, jangan mengesampingkan pentingnya berolah raga secara cukup agar tubuh Anda selalu sehat dan bugar. Jika kebetulan Anda sedang merasakan gejala penyakit asam urat, namun ingin menjaga kebugaran fisik, hindarilah melakukan olah raga yang dapat memberikan tekanan pada sendi yang meradang. Sebaiknya pilih olahraga renang karena air dapat ikut menopang berat badan sehingga sendi tidak terlalu mengalami tekanan.

 

Minum air putih secukupnya tiap hari. Disamping dapat menghindarkan diri dari dehidrasi, air juga dapat memperlancar pembuangan asam urat melalui urine sehingga risiko pembentukan kristal menjadi minim. Disarankan agar kita minum sekitar 6-8 gelas air mineral per hari, bahkan lebih banyak jika kita juga rutin melakukan olahraga atau sedang berada di bawah cuaca panas.

 

Selain melalui pengaturan makanan, minuman, berat badan, dan olahraga, serangan gejala penyakit asam urat juga bisa dicegah melalui obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Biasanya obat pencegah asam urat diperuntukkan bagi pasien yang sering mengalami kambuh atau pasien yang sudah terkena komplikasi penyakit asam urat. Berikut ini jenis-jenis obat pencegah serangan penyakit asam urat.

 

  • Allopurinol.Tablet yang diminum sekali dalam sehari ini dapat membantu tubuh menurunkan jumlah asam urat dengan cara menghambat enzim yang bertugas mengubah purin menjadi asam urat. Dosis allopurinol harus disesuaikan untuk memastikan tercapainya penurunan kadar asam urat sesuai target, yaitu di bawah 360 umol/L atau 6 mg/dl. Dosis obat ini biasanya akan meningkat tiap 3-4 minggu, tergantung kepada hasil pemeriksaan darah. Kristal-kristal asam urat di dalam tubuh umumnya akan hilang secara total dalam waktu 1-2 tahun masa pengobatan.

 

Kadang-kadang serangan gout dapat terjadi ketika Anda pertama kali menggunakan pengobatan dengan allopurinol. Hal ini disebabkan oleh menyusutnya kristal-kristal yang ada di tulang rawan sendi akibat kadar asam urat yang berkurang drastis hingga di bawah titik jenuh. Kristal yang menyusut tersebut menjadi lebih mudah meloloskan diri dari tulang rawan ke dalam rongga sendi dan akhirnya membuat lapisan sendi atau sinovium mengalami radang. Namun jangan khawatir hal ini akan berhenti setelah tubuh Anda benar-benar bersih dari kristal natrium urat. Yang terpenting adalah Anda jangan menyerah menjalani terapi pengobatan ini demi hasil yang maksimal. Efek samping yang mungkin saja timbul dari penggunaan allopurinol adalah sakit kepala, gangguan pencernaan, diare, dan ruam kulit. Khusus untuk efek samping ruam kulit, temui dokter jika Anda mengalaminya karena bisa jadi itu merupakan tanda alergi terhadap obat.

 

  • Obat ini mampu menurunkan kadar asam urat dengan cara meningkatkan kemampuan ginjal untuk membuangnya. Efek samping yang mungkin saja ada setelah menggunakan probenecid adalah sakit perut, ruam kulit, dan risiko penyakit batu ginjal.

 

Mencegah Penyakit Asam Urat Dengan Vitamin C

Menurut sebuah penelitian, vitamin C mampu mencegah penyakit asam urat dengan cara meningkatkan kinerja ginjal dalam membuang asam urat yang ada di tubuh kita. Dosis vitamin C yang dianjurkan adalah 500 miligram per hari. Namun sebelum Anda mengonsumsi suplemen vitamin C, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter karena dikhawatirkan Anda memiliki masalah kesehatan yang bisa bertambah parah atau sedang menjalani pengobatan dengan obat yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan suplemen vitamin C.

WASPADA ASAM URAT!

WASPADA ASAM URAT!

a

DAN KETAHUI PENYEBABNYA

Sendi yang tiba-tiba terasa sangat sakit (terutama sendi jempol kaki) merupakan gejala penyakit asam urat yang umum terjadi. Sering kali penderita penyakit ini kesulitan untuk berjalan akibat rasa sakit yang sangat mengganggu. Meski dapat muncul kapan saja, namun umumnya gejala biasanya lebih terasa di malam hari. Tidak hanya sendi jempol kaki saja, sendi-sendi lain yang terletak di ujung anggota badan juga rentan terkena serangan penyakit asam urat. Contohnya adalah sendi pergelangan kaki, telapak kaki tengah, lutut, pergelangan tangan, jari-jari tangan, dan siku.

 

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Orang awam kadang-kadang menyebut penyakit ini sebagai encok.

 

Laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat dibandingkan dengan perempuan, terutama saat usia mereka di atas 30 tahun. Pada perempuan, penyakit ini biasanya berisiko timbul setelah monopause. Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. Rasa sakit bisa berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu bergerak secara leluasa.

 

Di Indonesia, orang sering salah kaprah menyamakan penyakit asam urat dengan rematik. Padahal rematik adalah istilah umum yang dipakai untuk menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan. Penyakit asam urat hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Mengenali gejala dan tanda pada gout dapat membantu seseorang membedakan dengan nyeri sendi yang disebabkan oleh kondisi lain.

Banyak orang mengira apabila kadar asam urat di dalam darah tinggi (hiperurisemia), maka akan terkena gout. Hal ini tidak benar, karena hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout.

 

Penyebab Penyakit Asam Urat

Gejala nyeri dan pembengkakan pada penyakit asam urat disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat. Seseorang yang suka mengonsumsi makanan yang menyebabkan peningkatan asam urat  (contohnya jeroan, hidangan laut, daging merah) dan seseorang yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol akan berisiko tinggi terkena penyakit asam urat. Selain itu, penyakit ini juga rawan dialami oleh orang-orang yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik. Menurut penelitian, seseorang yang memiliki keluarga penderita penyakit asam urat juga dapat terkena kondisi sama. Dengan kata lain, penyakit ini bersifat genetik juga.

HATI-HATI KOMPLIKASI ASAM URAT!

HATI-HATI KOMPLIKASI ASAM URAT!

Diagnosis Penyakit Asam Urat

Temuilah dokter jika Anda merasakan gejala-gejala penyakit asam urat. Dalam melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan atau tes untuk memastikan adanya kristal-kristal natrium urat pada persendian. Hal ini perlu dilakukan karena ada jenis penyakit lain yang bisa menyebabkan gejala menyerupai penyakit asam urat. Pemeriksaan kadar asam urat dalam darah juga biasanya dilakukan. Sebelum melakukan tes, biasanya pertama-tama dokter akan bertanya mengenai:

  • Lokasi sendi yang terasa sakit.
  • Seberapa sering Anda mengalami gejala dan seberapa cepat gejala tersebut muncul.
  • Obat-obatan tertentu yang sedang Anda konsumsi.
  • Riwayat penyakit asam urat di keluarga Anda.

 

Penanganan Penyakit Asam Urat

Penanganan penyakit asam urat memiliki dua sasaran utama, yaitu meringankan gejalanya dan mencegah serangan terulang kembali. Untuk meringankan gejala penyakit asam urat, Anda bisa menempelkan kantong es pada bagian sendi yang terasa sakit. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit, misalnya colchicine, OAINS (obat anti-inflamasi nonsteroid), dan obat-obatan golongan steroid.

 

Sedangkan untuk mencegah kambuhnya serangan penyakit asam urat, Anda bisa mengonsumsi obat penurun kadar asam urat (misalnya allopurinol). Selain itu, Anda diharuskan untuk menjauhi makanan-makanan pemicu penyakit asam urat dan segera turunkan berat badan. Utamakan makanan rendah kalori untuk mendukung upaya mendapatkan berat badan ideal.

 

Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat umumnya terbukti ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal tajam yang telah terbentuk. Dengan kombinasi tersebut, maka diharapkan pasien penyakit asam urat tidak lagi mengalami kambuh.

 

Komplikasi Penyakit Asam Urat

Meski penyakit asam urat jarang menimbulkan komplikasi, namun tetap patut kita waspadai. Ada beberapa masalah kesehatan lainnya yang bisa muncul akibat penyakit asam urat, terlebih jika kondisi ini diabaikan atau tidak diobati. Beberapa contoh komplikasi akibat asam urat di antaranya adalah penyakit batu ginjal, munculnya benjolan-benjolan di bawah kulit yang disebut tofi, dan kerusakan sendi, dan masalah psikologis.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Munculnya benjolan keras (tofi) di sekitar area yang mengalami radang.
  • Kerusakan sendi permanen akibat radang yang terus berlangsung dan tofi di dalam sendi yang merusak tulang rawan dan tulang sendi itu sendiri. Kerusakan permanen ini biasanya terjadi pada kasus penyakit asam urat yang diabaikan selama bertahun-tahun.
  • Batu ginjal yang disebabkan oleh pengendapan asam urat yang bercampur dengan kalsium di dalam ginjal.

 

Penyakit Batu Ginjal

Asam urat di dalam tubuh dikeluarkan dalam bentuk air seni melalui ginjal. Adakalanya asam urat tersebut menciptakan endapan-endapan di dalam ginjal, terlebih jika kadarnya yang tinggi. Jika ukuran endapan masih kecil, maka tubuh akan membuangnya secara alami melalui saluran kemih. Namun jika ukurannya terlalu besar, maka bisa menimbulkan penyakit batu ginjal.

 

Selain sensasi seperti selalu ingin buang air kecil, penderita penyakit batu ginjal biasanya akan merasakan sakit saat buang air kecil akibat terganggunya aliran urine. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan infeksi di dalam sistem kemih. Menurut data, sekitar 10-25 persen penderita penyakit asam urat turut mengalami masalah batu ginjal. Dokter biasanya akan memberikan obat yang dapat melarutkan batu ginjal dan menurunkan kadar keasaman dalam urine. Selain itu, penderita batu ginjal juga disarankan untuk minum banyak air untuk mengeluarkan endapan-endapan asam urat.

 

Munculnya Benjolan-Benjolan Tofi

Tofi adalah gumpalan-gumpalan kecil berwarna putih atau kuning di balik kulit yang terbentuk dari akumulasi kristal-kristal asam urat. Benjolan tofi biasanya muncul pada lutut, siku, jari kaki dan jari tangan, lengan, tumit, atau bahkan telinga.

 

Biasanya tofi muncul pada penderita penyakit asam urat parah atau yang sudah lama tidak ditangani. Namun ada juga tofi yang muncul pada orang yang bahkan belum pernah mengalami serangan penyakit asam urat. Meski sering kali tidak menimbulkan rasa sakit, rutinitas sehari-hari (misalnya berpakaian atau makan) bisa terganggu jika tofi tumbuh di jari tangan.

 

Kemunculan tofi menjadi sinyal bahwa pengobatan penyakit asam urat tidak bisa ditunda-tunda lagi dan harus segera dilakukan. Jika kadar asam urat berhasil diturunkan, tofi akan berangsur-angsur mengecil seiring larutnya kristal-kristal natrium urat. Namun sebaliknya jika terus dibiarkan, maka tofi akan membesar dan pada akhirnya menimbulkan rasa sakit. Tofi yang meradang tersebut bahkan bisa pecah dan mengeluarkan cairan menyerupai pasta gigi yang terdiri dari campuran nanah dan kristal-kristal urat. Segera konsultasikan kepada dokter jika tubuh Anda ditumbuhi tofi berukuran besar atau terasa menyakitkan. Apabila dianggap perlu, dokter akan melakukan pembedahan untuk membuang tofi tersebut.

 

Kerusakan Pada Sendi

Kristal-kristal natrium urat yang terus menumpuk dan membentuk tofi di dalam sendi lambat laun bisa merusak sendi. Bukan hal yang mustahil jika kerusakan sendi secara permanen bisa terjadi apabila kondisi ini tidak kunjung ditangani. Jika sendi sudah rusak, maka operasi terpaksa harus dilakukan oleh dokter untuk memperbaiki atau menggantinya.

 

Masalah Psikologis

Perubahan suasana hati dan stres bisa saja dialami oleh penderita penyakit asam urat. Bukan hanya karena nyeri luar biasa yang dirasakan, tapi juga efek dari kondisi ini yang membuat rutinitas sehari-hari menjadi terganggu. Jika diabaikan, maka tidak mustahil bisa mengarah kepada depresi. Maka dari itu, sebelum muncul masalah psikologis yang lebih serius, segera temui dokter jika Anda adalah penderita penyakit asam urat dan Anda merasa stres dengan kondisi yang dialami.

 

PENGOBATAN DAN REHABILITASI STROKE

PENGOBATAN DAN REHABILITASI STROKE

Kapan Sebaiknya Anda Mengunjungi Dokter?

Orang yang mengalami gejala-gejala stroke harus dibawa ke dokter sesegera mungkin. Beberapa gejala dapat menghilang dengan cepat sementara beberapa gejala lainnya dapat bertahan hingga beberapa jam. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin mengalami mini-stroke atau serangan iskemik transient (TIA), yang merupakan peringatan bahwa stroke lebih serius dapat terjadi sesudahnya. Cara yang terbaik adalah mendapatkan pengobatan dini untuk mencegah stroke.

Beberapa tanda-tanda tersebut juga dapat merupakan gejala dari kondisi kardiovaskular lainnya seperti tekanan darah tinggi, perubahan kadar gula darah atau bahkan stres.

Seorang dokter umum dapat merekomendasikan Anda untuk menemui seorang dokter spesialis saraf dan dokter spesialis jantung jika Anda sedang atau pernah mengalami stroke sebelumnya.

 

Diagnosis dan Pengobatan Stroke

Untuk diagnosa dan penanganan stroke yang akurat, penting bagi pasien untuk melakukan pemeriksaan fisik dan prosedur diagnostik. Dokter akan bertanya tentang faktor-faktor risiko seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, merokok, dan riwayat keluarga. Beberapa tes juga akan dilakukan tergantung pada gejala Anda. Tes-tes yang dilakukan termasuk CT scan otak, tomografi komputer otak, MRI (pencitraan resonansi magnetik), karotis USG, karotis angiografi, EKG (elektrokardiogram), ekokardiografi dan tes darah. Hasil tes-tes tersebut dapat dengan jelas menunjukkan apakah terjadi stroke atau tidak, dan jika itu terjadi, bagian mana dari otak yang rusak dan berapa tingkat kerusakannya. Tes ini juga dapat mendeteksi kondisi kardiovaskular yang terkait.

 

Pengobatan stroke, di sisi lain, akan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan stroke.

  • Pengobatan untuk stroke iskemik: stroke iskemik biasanya diobati dengan aktivator plasminogen jaringan (TPA), obat yang memecah gumpalan darah dan diberikan dalam waktu 4 jam setelah timbulnya gejala. Dokter Anda mungkin juga meresepkan obat stroke berupa pengencer darah dan antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut. Prosedur medis seperti angioplasti atau perawatan lain yang lebih baru seperti trombolisis intra-arteri juga dapat dilakukan.
  • Pengobatan untuk stroke hemoragik: langkah pertama pengobatan untuk stroke hemoragik adalah mengendalikan atau menghentikan pendarahan di otak melalui pengobatan. Intervensi bedah seperti aneurisma kliping, perbaikan malformasi arteri atau embolisasi kumparan mungkin disarankan untuk mencegah kebocoran lebih lanjut dan untuk mencegah agar pembuluh darah tidak pecah lagi.

 

 

Proses Penyembuhan

Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi).

 

Proses penyembuhan kedua adalah fisioterapi, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisioterapi dilakukan bersama instruktur fisioterapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.

 

Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100%), ada pula yang hanya 50% saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.

 

Rehabilitasi Stroke

Karena stroke biasanya diikuti dengan masalah dalam gerakan, koordinasi, berpikir atau mengingat, bahasa, dan keterbatasan lainnya, dokter akan merekomendasikan Anda menemui terapis fisik, okupasi dan wicara untuk melakukan rehabilitasi. Terapi dapat membantu pasien stroke pulih lebih cepat untuk mengembalikan fungsi fisik dan normal mereka. Jenis, frekuensi, dan durasi terapi akan tergantung pada tingkat keparahan stroke yang terjadi. Terapi stroke mungkin melibatkan:

  • Penguatan keterampilan motorik melalui kegiatan fisik
  • Meningkatkan komunikasi dan berbicara melalui stimulasi fungsi otak secara elektrik dan penggunaan perangkat untuk mensimulasikan lingkungan nyata
  • Evaluasi dan pengobatan psikologis, termasuk konseling untuk penyesuaian emosional

 

Rehabilitasi stroke dianjurkan sesegera mungkin dalam 24-48 jam setelah stroke.

Setelah menderita stroke, pasien akan sangat disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat, bahkan jika itu berarti gaya hidup yang lengkap dan perubahan rutinitas. Faktor risiko stroke dapat dikendalikan secara efektif dengan mengikuti diet seimbang yang sehat, menjaga berat badan yang sehat, dan aktif secara fisik. Dukungan dan partisipasi dari orang yang dicintai juga sangat dianjurkan untuk mempercepat pemulihan.

WASPADA STROKE!

WASPADA STROKE!

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.

 

Stroke adalah keadaan darurat medis karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Tindakan penanganan secara cepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan kemungkinan munculnya komplikasi. Menurut riset kesehatan dasar yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2013, di Indonesia terdapat lebih dari 2 juta penduduk, atau 12 dari 1.000 penduduk, menderita stroke dengan persentase terbesar berasal dari provinsi Sulawesi Selatan.

 

Selain itu, stroke juga merupakan pembunuh nomor 1 di Indonesia, lebih dari 15% kematian di Indonesia disebabkan oleh stroke. Stroke iskemik memiliki kejadian yang lebih sering dibandingkan dengan stroke hemoragik, namun stroke hemoragik membunuh lebih sering dibandingkan dengan stroke iskemik. Hipertensi yang diikuti dengan diabetes dan kolesterol tinggi merupakan kondisi yang paling sering meningkatkan risiko terjadinya stroke di Indonesia.

 

Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15-40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stres, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.

 

Stroke terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Stroke Iskemik– Stroke jenis ini terjadi karena adanya gumpalan darah yang menghambat pembuluh darah di otak. Karena pembuluh darah menjadi menyempit dan tersumbat, menyebabkan tidak adanya pasokan darah yang cukup untuk membawa oksigen yang diperlukan untuk menjaga otak tetap hidup. Penyebab stroke iskemik yang paling umum adalah arteriosklerosis, plak (kolesterol yang mengandung timbunan lemak) yang terbentuk di sepanjang dinding pembuluh darah. Penumpukan plak ini disebabkan oleh berbagai alasan termasuk tingginya kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Stroke iskemik juga dapat disebabkan oleh gumpalan darah kecil yang berjalan melalui aliran darah dan menggumpal di arteri.
  • Stroke Hemoragik– Stroke jenis ini terjadi ketika pembuluh darah menjadi rapuh dan lemah sehingga mudah pecah, menyebabkan darah bocor keluar ke otak. Adanya rembesan darah di otak menyebabkan tingginya tekanan, yang sulit untuk dilawan karena otak tertutup oleh tengkorak. Stroke hemoragik lebih serius daripada stroke iskemik dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada tubuh. Stroke hemoragik bahkan bisa berakibat fatal, dengan kematian yang terjadi pada 30% sampai 50% dari pasien stroke.

 

Penyebab Stroke

Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya.

 

Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stres yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi.

 

Gejala Terjadinya Serangan Stroke

Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar (seperti penyakit vertigo), kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak bisa merasakan apapun, seperti dicubit atau ditusuk jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong), lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memori dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan, padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga penderita.

 

Gejala stroke bervariasi tergantung pada lokasi daerah stroke dan jumlah darah yang terlibat. Gejala-gejala stroke hampir selalu terjadi dengan sangat cepat dan tiba-tiba. Serangan stroke dapat menyebabkan salah satu atau kombinasi dari gejala berikut:

  • Perubahan mendadak dalam penglihatan
  • Kesemutan tiba-tiba, kelemahan atau mati rasa, atau hilangnya kemampuan dalam menggerakkan lengan, kaki, wajah, yang biasanya mempengaruhi hanya satu sisi tubuh (kiri atau kanan)
  • Kesulitan mendadak dalam berbicara atau berbicara langsung
  • Kebingungan mendadak dan kesulitan dalam memahami
  • Kesulitan mendadak dalam mengingat hal-hal yang sangat dasar seperti menghitung atau perintah alfabet
  • Masalah koordinasi mendadak, seperti keseimbangan atau berjalan
  • Sakit kepala menyiksa tanpa sebab yang jelas yang terjadi secara tiba-tiba

 

Demikianlah penjelasan tentang jenis stroke, penyebab dan gejalanya. Semoga artikel ini bermaanfaat. Salam sehat.

6 MANFAAT KUNYIT ATASI MASALAH PENCERNAAN

6 MANFAAT KUNYIT ATASI MASALAH PENCERNAAN

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan rempah-rempah bernama kunyit. Namun tahukah Anda apa saja khasiat kunyit selain sebagai bumbu penyedap makanan?

Kunyit merupakan salah satu rempah-rempah alami yang memiliki sejuta manfaat, antara lain manfaat kunyit untuk pencernaan. Dengan warna kuningnya yang khas, kunyit biasa dijadikan pewarna alami makanan serta ramuan dalam teh herbal. Lalu, apa saja manfaat kunyit untuk pencernaan? Simak manfaatnya di bawah ini.

 

Beberapa Manfaat Kunyit Untuk Pencernaan

  1. Sebagai Ramuan Anti Peradangan Tubuh

Kunyit merupakan salah satu bahan alami yang memiliki kekuatan anti peradangan yang paling kuat. Dalam sebuah penelitian, diuji  117 orang yang didiagnosis memiliki masalah pencernaan. Mereka diberikan 1 gram bubuk kunyit halus untuk dijadikan teh selama 8 minggu. Pada akhir penelitian, hasil yang ditemukan adalah peradangan pencernaan mereka lebih rendah daripada orang yang jarang mengonsumsi kunyit. Hal ini merupakan salah satu manfaat kunyit untuk pencernaan, khususnya mengobati radang usus.

 

  1. Mengobati Penyakit Asam Lambung

Sebuah studi dalam jurnal Systematic Reviews menemukan bahwa, orang yang pada masakannya mengandung satu sendok rempah kunyit, terbukti sistem pencernaannya lebih sehat. Pencernaan yang dimaksud di sini adalah lambung dan usus besar. Beberapa jenis makanan bisa membahayakan kesehatan lambung dan memiliki sifat korosif atau mengikis dinding usus. Senyawa yang terkandung pada kunyit bermanfaat untuk melindungi dan melapisi dinding lambung, dengan cara meningkatkan produksi lendir.

 

  1. Mengurangi Gas Pada Pencernaan

Buang gas (kentut) memang penting untuk memastikan bahwa pencernaan Anda baik-baik saja, tapi kalau sudah berlebihan? Ada yang salah tandanya di dalam perut Anda. Manfaat kunyit untuk pencernaan yang bermasalah ini, ampuh untuk mengurangi tekanan gas dalam perut. Senyawa kunyit berfungsi mengurangi asam pada perut yang berlebih, yang juga membuat perut menjadi kembung. Caranya, coba tuang satu sendok bubuk kunyit halus ke dalam satu gelas air hangat berukuran sedang. Lihat hasil baiknya, selama 2 minggu dengan konsumsi rutin.

 

  1. Meredakan Sakit AkibatIrritable Bowel Syndrom

Irritable Bowel Syndrom (IBS) merupakan suatu kondisi penyakit di mana terdapat kontraksi usus abnormal, sehingga memengaruhi kerja usus besar di sistem pencernaan. Manfaat kunyit untuk pencernaan ini bertindak sebagai obat alami yang mengurangi gerakan otot yang abnormal. Dengan kandungan vitamin, mineral dan bahan kimia baik lainnya, kunyit mampu meredakan sakit yang mengakibatkan diare jika kontraksinya berlebihan.

 

  1. Mengurangi Mual

Rasa mual memang disebabkan oleh banyak kondisi kesehatan yang mendasari, seperti stres, dehidrasi, atau bahkan infeksi pada pencernaan. Jika mual yang dirasakan disebabkan oleh masalah pencernaan, kunyit sebagai rempah alami bisa mengurangi rasa mual pada pencernaan. Kandungan phytochemical pada kunyit ini, berfungsi untuk menghadirkan antioksidan di tubuh yang berfungsi memerangi racun sehingga mual Anda bisa diredakan.

 

  1. Meredakan Diare

Obat, keracunan makanan, virus, dampak alergi, dan makanan yang tidak sehat nyatanya dapat mengakibatkan diare. Dengan meminum ramuan herbal teh kunyit, diare Anda bisa disembuhkan. Kandungan magnesium dan kalium pada kunyit membantu melawan dehidrasi dan menyeimbangkan cairan tubuh yang terkuras akibat serangan diare.

 

Itulah beberapa manfaat kunyit yang dapat mengatasi masalah pencernaan. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam sehat.

PENGOBATAN ALAMI UNTUK GANGGUAN PENCERNAAN

PENGOBATAN ALAMI UNTUK GANGGUAN PENCERNAAN

  1. Membuat Teh Jahe

Jahe adalah obat alami yang paling umum untuk penyakit perut, mual, dan gangguan pencernaan. Minuman jahe dapat membantu pencernaan dan merangsang produksi air liur. Penelitian telah menunjukkan bahwa jahe dapat mengurangi pembengkakan, menurunkan kolesterol dan gula darah. Meskipun beberapa ahli menyarankan bahwa jahe bisa menyebabkan keguguran pada wanita hamil.

  1. Mengunyah Permen Karet

Permen karet membuat tubuh memproduksi lebih banyak air liur. Beberapa permen karet memiliki xylitol yang dapat membantu mencegah gigi berlubang. Selain itu rasa mint permen karet dapat mengurangi bau napas.  Mengunyah permen karet setelah Anda makan merupakan ide yang baik. Jika Anda menelan permen karet, jangan khawatir. Meskipun benar bahwa perut Anda tidak bisa mencerna permen karet, permen karet hanya akan cenderung bergerak bersama sistem pencernaan Anda dan keluar dari tubuh Anda. Namun, masih mungkin bahwa permen karet dapat menyebabkan penyumbatan di perut Anda jika Anda menelan permen karet dalam jumlah yang besar.

  1. Minum Jus Lidah Buaya

Aloe adalah anti-inflamasi yang dapat membuat kulit mulus serta perut Anda lebih baik. Jus lidah buaya dapat membantu meredakan mulas dan GERD dengan mengurangi peradangan di perut Anda. Ada beberapa efek samping lidah buaya. Dianjurkan untuk orang dengan sakit perut yang mendadak dan berat, radang usus buntu, obstruksi usus, impaksi tinja, penyakit ginjal, penyakit hati, atau pada orang yang memakai zat beracun untuk hati agar menghindari lidah. Untuk amannya, Anda harus bertanya kepada dokter atau herbalis sebelum minum jus lidah buaya.

  1. Gunakan Baking Soda

Baking soda sangat membantu untuk menyeimbangkan asam lambung jika Anda memiliki maag atau refluks asam. Baking soda adalah bubuk alkana yang dapat membantu refluks Anda dan sehingga meredakan mulas karena merupakan zat bersifat basa. Seperti biasa, Anda sebaiknya tidak terlalu banyak menggunakan sesuatu. Baking soda tidak aman dalam dosis tinggi dan tidak boleh digunakan untuk jangka waktu yang lama.

  1. Chamomile

Chamomile dapat mengobati kondisi pencernaan seperti kolik, gas, diare, kram perut, dan gangguan pencernaan. Mengandung sifat antispasmodic yang membantu mengendurkan otot-otot halus terutama pada sindrom iritasi usus besar. Chamomile juga memiliki efek menenangkan pada otak dan dapat meringankan rasa sakit pada pasien sakit kronis.

  1. Jangan Berbaring Setelah Makan

Anda dapat membantu pencernaan dengan membuat beberapa perubahan dalam kebiasaan Anda. Setelah Anda makan, jangan langsung berbaring. Barkan gravitasi melakukan pekerjaannya dan menarik isi perut ke bawah sepanjang sistem pencernaan Anda. Jika Anda memiliki mulas pada malam hari, cobalah untuk menempatkan bantal untuk mengangkat leher Anda, atau jika itu tidak berhasil, angkat  tubuh bagian atas Anda untuk mencegah mulas pada malam hari.

TIPS MENGATASI GANGGUAN PENCERNAAN

TIPS MENGATASI GANGGUAN PENCERNAAN

Sering kali, gangguan pencernaan bisa hilang tanpa pengobatan dalam beberapa jam. Namun, jika gejala bertambah buruk, Anda sebaiknya periksa ke dokter Anda. Hindari pemicu gangguan pencernaan, seperti  makanan atau kegiatan tertentu, untuk mengobati gangguan pencernaan:

  • Cobalah untuk tidak mengunyah dengan mulut terbuka, berbicara sambil mengunyah, atau makan terlalu cepat. Hal ini menyebabkan Anda menelan terlalu banyak udara, yang dapat memperburuk gangguan pencernaan.
  • Minum cairan setelah makan dan tidak saat makan
  • Hindari makan larut malam
  • Hindari makanan pedas
  • Berhenti merokok
  • Hindari minuman beralkohol

Jika gangguan pencernaan tidak reda setelah membuat perubahan ini, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi gejala Anda. Karena gangguan pencernaan adalah gejala dan bukan penyakit, pengobatan biasanya tergantung pada kondisi yang menyebabkan gangguan pencernaan.

 

Apa saja tips untuk mengatasi gangguan pencernaan?

Jika Anda memiliki gangguan pencernaan akibat penyakit lain, Anda sebaiknya mengetahui tentang penyakit tersebut dan bagaimana mengelolanya. Dengan demikian, Anda dapat benar-benar mengurangi risiko gangguan pencernaan.

Gangguan pencernaan dapat lebih baik dengan membuat perubahan hidup yang positif. Berikut adalah beberapa tips untuk mengendalikan gangguan pencernaan:

  • Menjaga berat badan yang sehat

Obesitas membuat lebih mudah bagi asam lambung mengalit ke kerongkongan Anda. Menjaga berat badan yang sehat dengan olahraga teratur dan memiliki pola makan yang sehat dapat mengurangi gangguan pencernaan. Anda dapat mengurangi jumlah makanan berlemak, makanan pedas atau apapun yang mengandung kafein seperti kopi, teh atau coke untuk mencegah gangguan pencernaan.

  • Berhenti merokok dan minum alkohol

Bahan kimia dalam rokok dan alkohol bisa membuat otot kerongkongan Anda rileks, sehingga terjadi refluks asam.

  • Memiliki rutinitas tidur yang baik

Hindari makan 3-4 jam sebelum tidur. Ketika Anda berbaring, kerongkongan jauh lebih santai. Makan makanan sebelum tidur akan membuat asam dihasilkan dalam perut kita, sehingga meningkatkan risiko refluks asam. Tempatkan beberapa bantal untuk menopang kepala Anda atau bahu agar pada posisi di atas dapat mencegah asam lambung bergerak naik dari saluran pencernaan Anda saat Anda sedang tidur.

 

APA ITU GANGGUAN PENCERNAAN?

APA ITU GANGGUAN PENCERNAAN?

Gangguan pencernaan, juga dikenal sebagai dispepsia, adalah suatu kondisi yang ditandai dengan sensasi panas di bagian atas bagian perut dan bawah tulang dada. Anda mungkin mengalami perasaan ini kadang-kadang atau sering. Kadang-kadang rasa sakit disertai dengan rasa panas di belakang tulang dada. Gangguan pencernaan sering merupakan tanda dari masalah lain seperti penyakit gastroesophageal reflux (GERD), maag, atau penyakit kandung empedu. Kondisi ini tidak sama dengan mulas. Mulas biasanya menyebabkan mual dan kembung.

 

Gangguan pencernaan yang parah dapat menyebabkan masalah permanen dengan sistem pencernaan Anda seperti jaringan parut esofagus atau bagian perut Anda. Gangguan pencernaan bisa menyerang siapa saja pada usia berapa pun. Anda lebih berisiko jika:

  • Terlalu banyak minum alkohol
  • Menggunakan aspirin dan penghilang rasa sakit lain yang dapat mengiritasi lambung
  • Kondisi yang membuat kelainan pada saluran pencernaan, seperti maag
  • Memiliki kecemasan berlebih atau depresi atau stres berat

 

Apa Saja Gejala Gangguan Pencernaan?

Gejala-gejala gangguan pencernaan mungkin terjadi selama atau setelah makan dan minum. Stres juga dapat menyebabkan gejala gangguan pencernaan semakin buruk. Jika Anda memiliki gangguan pencernaan, Anda mungkin memiliki gejala seperti:

  • Merasa tidak nyaman seakan perut penuh atau berat
  • Bersendawa
  • Makanan atau cairan kembali dari perut Anda ke dalam kerongkongan (esofagus)
  • Kembung (kurang umum)
  • Mual dan muntah (kurang umum)

 

Ada solusi sederhana dan obat yang dapat membantu gangguan pencernaan. Namun, gangguan pencernaan dapat menunjukkan penyakit serius lainnya. Anda sebaiknya periksa ke dokter Anda jika:

  • Anda berusia 55 tahun atau lebih
  • Anda telah kehilangan banyak berat badan tanpa sengaja
  • Anda merasa sulit untuk menelan
  • Anda sering muntah
  • Anda memiliki anemia terkait kekurangan zat besi
  • Anda dapat merasakan benjolan di perut Anda
  • Anda muntah darah atau munculnya darah dalam tinja Anda

 

 

 

Apa Penyebab dari Gangguan Pencernaan?

Biasanya, asam dihasilkan oleh perut untuk mencerna makanan yang Anda makan. Namun, kadang-kadang asam dapat merusak dinding usus, menyebabkan rasa sakit dan iritasi. Gangguan pencernaan juga bisa dipicu atau diperburuk oleh faktor-faktor lain.

 

Penyebab paling umum dari gangguan pencernaan adalah makan terlalu banyak, terlalu cepat, memakan banyak makanan tinggi lemak, atau makan selama situasi stres. Minum terlalu banyak alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Stres dan kelelahan dilaporkan dapat membuat pencernaan lebih buruk.

 

Jika Anda kelebihan berat badan, Anda lebih mungkin untuk mengalami gangguan pencernaan karena peningkatan tekanan di dalam perut Anda.

Penyakit tertentu dapat mengganggu pembersihan asam lambung dari kerongkongan Anda, atau menyebabkan sfingter esofagus gagal untuk mencegah asam lambung bergerak kembali ke kerongkongan Anda. Beberapa kondisi yang menyebabkan gangguan pencernaan adalah:

  • Maag
  • GERD (asam lambung)
  • Kanker perut (jarang)
  • Gastroparesis (suatu kondisi di mana perut tidak benar-benar kosong, hal ini sering terjadi pada orang dengan diabetes)
  • Infeksi perut
  • Irritable bowel syndrome
  • Pankreatitis kronis
  • Penyakit tiroid
  • Kehamilan

 

Beberapa obat dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti nitrat, obat untuk memperluas pembuluh darah Anda, yang dapat membuat rileks kerongkongan Anda, yang memungkinkan asam bocor kembali.

Jika Anda memiliki masalah perut, Anda sebaiknya tidak menggunakan NSAID, seperti aspirin dan ibuprofen, karena dapat mempengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan gangguan pencernaan. Anak-anak di bawah usia 16 tahun sebaiknya tidak menggunakan aspirin. Beberapa obat lain yang Anda sebaiknya tidak gunakan untuk menghindari gangguan pencernaan adalah:

  • Aspirin dan obat penghilang rasa sakit lainnya, seperti NSAID seperti ibuprofen (Motrin, Advil), dan naproxen (Naprosyn)
  • Estrogen dan kontrasepsi oral
  • Obat steroid
  • Antibiotik tertentu
  • Obat tiroid
TUKAK LAMBUNG : BAGAIMANA GEJALA DAN PENYEBABNYA?

TUKAK LAMBUNG : BAGAIMANA GEJALA DAN PENYEBABNYA?

Pernahkah Anda mendengar Tukak Lambung?

Tukak lambung adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung. Luka ini berpotensi muncul pada dinding bagian pertama usus kecil serta kerongkongan. Tukak lambung dapat menyebabkan rasa nyeri pada lambung atau bahkan perdarahan dalam kasus yang parah.

 

Penyakit ini dapat menyerang semua orang pada segala umur. Meski begitu, pria usia di atas 60 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalaminya. Tukak lambung sendiri dapat diobati hingga tuntas jika penyebab utama dapat diketahui.

 

Lalu, bagaimanakah GEJALA TUKAK LAMBUNG?

Gejala utama yang akan Anda rasakan jika mengalami tukak lambung adalah nyeri atau perih pada perut. Rasa sakit tersebut muncul karena terjadinya iritasi akibat asam lambung yang membasahi luka. Gejala ini biasanya berupa rasa nyeri yang:

  • Menyebar ke leher, pusar, hingga punggung.
  • Muncul pada malam hari.
  • Terasa makin parah saat perut kosong.
  • Umumnya berkurang untuk sementara jika Anda makan atau mengonsumsi obat penurun asam lambung.
  • Hilang lalu kambuh beberapa hari atau minggu kemudian.

 

Di samping nyeri pada lambung, ada beberapa gejala lain yang mungkin Anda alami, di antaranya adalah nyeri ulu hati, tidak nafsu makan, mual, serta gangguan pencernaan.

 

Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, periksakan diri Anda ke dokter. Meski demikian, tukak lambung terkadang tidak menyebabkan gejala apa pun sampai akhirnya terjadi komplikasi. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya waspada dan segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat, terutama jika mengalami muntah darah, tinja dengan darah atau berwarna hitam, serta sakit perut menusuk yang muncul tiba-tiba dan terus bertambah parah. Gejala-gejala tersebut mengindikasikan terjadinya pendarahan pada lambung.

 

Memangnya, apa saja PENYEBAB TUKAK LAMBUNG?

Dinding lambung biasanya dilapisi selaput yang melindunginya dari asam lambung. Peningkatan kadar asam lambung atau penipisan selaput pelindung lambung berpotensi memicu munculnya tukak lambung.

 

Penyebab umum yang dapat menurunkan perlindungan dinding lambung terhadap asam lambung meliputi infeksi bakteri Helicobacter Pylori dan penggunaan obat anti inflamasi non-steroid. Ibuprofen, aspirin, atau diclofenac adalah beberapa contoh obat anti inflamasi non-steroid yang sering digunakan.  Selain itu, penyakit tumor pankreas (gastrinoma) dan pengobatan radiasi pada area lambung juga dapat menyebabkan timbulnya tukak lambung.

 

Infeksi akibat bakteri H. pylori termasuk kondisi yang umum dan sering kali tidak disadari penderitanya. Sementara konsumsi obat anti inflamasi non-steroid yang sering atau berkepanjangan akan meningkatkan risiko tukak lambung, terutama bagi lansia.

 

Di samping bakteri dan obat, faktor gaya hidup juga meningkatkan risiko menderita tukak lambung, seperti :

  • Mengonsumsi minuman beralkohol yang dapat menipiskan selaput pelindung dinding lambung.
  • Mengalami stres yang tidak segera diatasi.
  • Merokok yang meningkatkan risiko mengalami tukak lambung bagi orang yang terinfeksi bakteri pylori.

Banyak yang menganggap makanan pedas atau kondisi stres sebagai penyebab tukak lambung. Anggapan ini tidak benar. Makanan dan stres tidak menyebabkan tukak lambung, tapi dapat memperparah gejalanya.