PENGOBATAN HIPERTENSI DI RUMAH

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Dilansir dari rilis media yang diunggah pada laman PD PERSI, dikatakan bahwa penurunan tekanan darah hingga 2 mmHg bisa mengurangi 7 persen risiko kematian akibat serangan jantung dan 10% risiko kematian akibat stroke.

Di sisi lain, gejala hipertensi tak melulu harus ditangani dengan obat-obatan medis. Di samping konsumsi obat-obatan, perubahan gaya hidup positif seperti diet seimbang dan rendag garam, olahraga, tidak merokok dan tidak minum alkohol, dan manajemen berat badan dapat banyak membantu menurunkan tekanan darah agar tekanan darah normal selalu — sekaligus menekan risiko Anda terhadap komplikasi risiko penyakit lain akibat hipertensi, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Itu artinya, mengelola tekanan darah adalah komitmen seumur hidup.

Pengobatan alami seperti bernapas dalam perut, relaksasi otot, dan lain-lain dapat membantu menghilangkan stres yang mungkin muncul sebagai efek samping dari hipertensi. Terlebih, stres emosional memengaruhi tekanan darah Anda. Jadi belajarlah untuk memilah-milih prioritas hidup dan menjauhi diri dari pemicu stres sebagai upaya dampingan yang sama penting untuk mengelola tekanan darah Anda.

Memang benar bahwa kombinasi resep obat dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu Anda mencegah mengalami peningkatan tekanan darah. Tapi Anda juga harus rutin memeriksakan tekanan darah secara berkala dan mengikuti rencana perawatan dokter untuk dapat mengawasi dan mengendalikan kondisi kesehatan Anda.

Semakin Anda bertambah tua, tindakan pencegahan menjadi lebih penting. Tekanan sistolik biasanya akan pelan-pelan naik setelah Anda mencapai usia 50 tahun. Tetaplah jaga berat badan agar ideal, yang dapat dicapai dengan pola makan sehat dan olahraga. Memiliki berat badan sehat akan mengurangi peluang Anda terkena hipertensi.

 

BAGAIMANA GEJALA DAN PENGOBATAN HIPERTENSI?

Bagaimana gejala hipertensi? Penderita hipertensi biasanya tidak menunjukkan ciri apapun atau hanya mengalami gejala ringan. Namun, darah tinggi yang parah mungkin menyebabkan:

  • Sakit kepala parah
  • Pusing
  • Penglihatan buram
  • Mual
  • Telinga berdenging
  • Kebingungan
  • Detak jantung tak teratur
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Sulit bernapas
  • Darah dalam urin
  • Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Baiknya, konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lengkap.

Kapan harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter secepatnya jika:

  • Tekanan darah lebih tinggi dari biasanya (lebih dari 120/80 mm Hg)
  • Mimisan, sakit kepala, atau pusing
  • Menderita efek samping setelah minum obat darah tinggi

Karena tekanan darah tinggi adalah penyakit tersembunyi dan sulit terdeteksi, Anda perlu memeriksakan tekanan darah Anda secara teratur bila Anda berisiko terkena tekanan darah tinggi. Cari pertolongan medis segera atau perawatan rumah sakit jika Anda menyadari adanya tanda atau gejala abnormalitas. Jika sakit kepala parah muncul dibarengi dengan mimisan, ini merupakan tanda dan gejala krisis hipertensi, sebuah kondisi gawat darurat.

Apakah tekanan darah tinggi bisa disembuhkan?

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi permanen di mana tekanan darah terus menerus tinggi atau lebih dari 140/90 mmHg. Anda mungkin tidak bisa merasakan hipertensi. Banyak orang yang bahkan tidak tahu mereka memiliki darah tinggi. Hipertensi bisa muncul tanpa gejala fisik, yang diam-diam merusak pembuluh darah dan menyebabkan ancaman kesehatan yang serius.

Pasalnya hipertensi bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit di dalam tubuh. Hipertensi bisa disebabkan oleh penyakit lain, seperti penyakit jantung atau penyakit ginjal. Jika tekanan darah tinggi Anda disebabkan oleh penyakit lain yang mendasarinya, hipertensi bisa disembuhkan dengan cara mengobati akar penyebabnya —jika penyakit mendasarnya memang mungkin untuk disembuhkan.

Akan tetapi, sebagian besar kasus tekanan darah tinggi (sekitar 85% sampai 90%) di dunia tergolong hipertensi primer. Pada sebagian besar kasus, kondisi hipertensi primer yang diderita oleh hampir kebanyakan orang dipengaruhi oleh keturunan (genetik) atau gaya hidup/lingkungan yang tidak sehat. Untuk beberapa kasus, penyebab hipertensi primer tidak dapat ditentukan. Hipertensi jenis ini tidak dapat disembuhkan, hanya dapat dikendalikan dengan obat darah tinggi.

Dengan demikian, bila tekanan darah turun, bukan berarti Anda sembuh total dari hipertensi. Anda masih memiliki potensi risiko komplikasi penyakit yang disebabkan oleh hipertensi apabila gejalanya tidak dikelola dan tekanan darah kembali naik.

Bila tekanan darah Anda lebih dari 140/90 mmHg dalam pemeriksaan biasa, dokter akan mendiagnosis Anda mengidap tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita penyakit kronis, misalnya diabetes atau penyakit ginjal, dan tekanan darah lebih 130/80 mm Hg, Anda juga terdiagnosis hipertensi.

Dokter akan meminta Anda untuk berbaring terlentang untuk mengukur tekanan darah Anda. Tekanan darah akan lebih rendah pada anak-anak daripada orang dewasa dan akan meningkat secara bertahap seiring bertumbuhnya anak. Anda perlu bertanya kepada dokter untuk mengetahui lebih jelas tentang tekanan darah yang normal.

Perlu dipahami juga bahwa terkadang tekanan darah saat pemeriksaan di rumah, sering berbeda hasilnya dengan tekanan darah saat pemeriksaan di tempat praktik dokter. Pasalnya, jika Anda merasa gugup setiap berada di rumah sakit atau di tempat praktik dokter, tekanan darah Anda dapat naik pada setiap kunjungan sehingga hasil yang terlihat dari pemeriksaan dokter pun bahwa tekanan darah Anda umumnya tinggi. Fenomena ini disebut juga “white coat hypertension”. Karena itu, dokter mungkin ingin mengukur tekanan darah Anda lebih dari satu kali dan jauh dari ruang praktik. Ini akan membantu menentukan apakah Anda hanya memiliki white coat hypertension atau Anda benar-benar memiliki tekanan darah tinggi.

Jika Anda memiliki white coat hypertension, kemungkinan risiko tekanan darah tinggi Anda bisa terus meningkat di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa tekanan darah oleh dokter atau ahli kesehatan lain setidaknya setiap enam sampai 12 bulan. Ini akan memberi Anda banyak waktu untuk membuat perubahan gaya hidup yang mungkin bisa membantu.

 

HATI-HATI HIPERTENSI!

Tahukah Anda apa itu hipertensi?

Atau Anda sedang mengalaminya?

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong melawan dinding pembuluh darah (arteri). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.

Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah. Perlu diketahui bahwa tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat).

Memangnya berapa seharusnya tekanan darah normal?

Memahami angka tekanan darah normal tidaklah mudah, terutama dengan istilah seperti “sistolik”, “diastolik”, dan “milimeter merkuri” (mmHg). Namun, jika Anda ingin menjaga tekanan darah tetap terkontrol, penting untuk mengetahui apa yang dianggap normal, dan kapan tekanan darah dikatakan terlalu tinggi alias hipertensi.

Tekanan darah normal berkisar di angka 120/80 mmHG. Saat angka sistolik dan diastolik berada di kisaran ini, maka Anda dapat disebut memiliki tekanan darah normal. Seseorang baru disebut memiliki darah tinggi atau mengidap hipertensi jika hasil pembacaan tekanan darah menunjukkan 140/90 mmHG. Tekanan darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah.

Namun begitu, memiliki tekanan darah normal bukan berarti Anda bisa bersantai. Saat angka sistolik Anda berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya Anda memiliki “prehipertensi”. Meskipun angka ini belum bisa dianggap hipertensi, tetap saja ini di atas angka normal. Orang-orang yang sehat juga dianjurkan untuk melakukan langkah pencegahan untuk menjaga agar tekanan darah tetap berada di kisaran normal, sekaligus menghindari risiko hipertensi dan penyakit jantung.

Apabila pembacaan tekanan darah Anda berada di atas 180/110 mmHg, atau jika memiliki tekanan sistolik atau diastolik yang lebih tinggi dari angka ini, Anda berisiko menghadapi masalah kesehatan yang sangat serius. Angka ini menunjukkan kondisi yang disebut krisis hipertensi. Jika tekanan darah Anda sampai setinggi ini, dokter biasanya akan mengukur kembali setelah beberapa menit. Jika masih sama tingginya, Anda akan segera diberi obat darah tinggi darurat.

Seberapa umumkah hipertensi tersebut?

Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut angkanya saat ini terus meningkat secara global. Peningkatan orang-orang dewasa di seluruh dunia yang akan mengidap hipertensi diprediksi melonjak hingga 29 persen pada tahun 2025.

Peningkatan kasus hipertensi juga terjadi di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) milik Kemenkes RI tahun 2013 menunjukkan bahwa 25,8 persen penduduk Indonesia mengidap hipertensi. Laporan Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) menunjukkan angka pengidapnya meningkat jadi 32,4 persen. Ini artinya ada peningkatan sekitar tujuh persen dari tahun-tahun sebelumnya. Angka pasti di dunia nyata mungkin bisa lebih tinggi dari ini karena banyak orang yang tidak menyadari mereka memiliki tekanan darah tinggi.

Hipertensi disebut “pembunuh diam-diam” karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang tapi mungkin mengakibatkan komplikasi yang mengancam, seperti penyakit jantung. Jika tidak terdeteksi dini dan terobati tepat waktu, hipertensi dapat mengakibatkan komplikasi serius penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, diabetes, dan banyak penyakit berbahaya lainnya. Stroke (51%) dan Penyakit Jantung Koroner (45%) merupakan penyebab kematian akibat hipertensi tertinggi di Indonesia.

 

APA PENYEBAB HIPERTENSI?

Hipertensi yang penyebabnya tidak jelas disebut hipertensi primer yang tidak dimengerti benar mekanismenya. Tapi tekanan darah tinggi juga bisa disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang buruk. Ambil contoh, merokok. Merokok satu batang saja dapat menyebabkan lonjakan langsung dalam tekanan darah dan dapat meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 mmHG. Nikotin dalam produk tembakau memacu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, yang mengandung natrium (makanan olahan, makanan kalengan, makanan siap saji), dan makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan juga dapat meningkatkan kolesterol dan/atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi bisa muncul sebagai efek samping obat gagal ginjal dan perawatan penyakit jantung. Kondisi ini disebut hipertensi sekunder. Pil KB atau obat flu yang dijual di toko obat juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.  Wanita hamil atau yang menggunakan terapi pengganti hormon mungkin juga mengalami tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi karena obat mungkin menjadi normal setelah berhenti minum obat, tapi dalam beberapa kasus, tekanan darah masih meningkat selama beberapa minggu setelah menghentikan penggunaan obat. Anda harus bertanya kepada dokter jika tekanan darah abnormal terus terjadi. Anak di bawah 10 tahun sering kali mengalami tekanan darah tinggi karena penyakit lain, misalnyapenyakit ginjal. Dalam kasus tersebut, tekanan darah anak akan kembali normal setelah mengonsumsi obat darah tinggi.

Siapa yang berisiko terkena hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, lebih dari 25% penduduk Indonesia yang berusia di atas 18 tahun menderita tekanan darah tinggi maupun prehipertensi.

Sebagian besar kasus tekanan darah tinggi pada remaja diklasifikasikan sebagai hipertensi primer. Seperti orang dewasa, penyebab hipertensi primer tidak sepenuhnya dipahami. Beberapa remaja tampak mewarisi kecenderungan terkena tekanan darah tinggi dari orangtua mereka, sementara yang lain menjadi korban gaya hidup buruk, yang mengakibatkan obesitas dan bentuk tubuh tidak ideal yang istilahnya disebut dokter sebagai “menurunnya kebugaran kardiovaskular”.

Pada beberapa kasus, hipertensi pada remaja didasari oleh kondisi medis tertentu yang sudah lebih dulu diidapnya, seperti penyakit jantung maupun ginjal. Namun secara umum, faktor-faktor berikut ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi:

  • Kelelahan
  • Diabetes
  • Asam urat
  • Obesitas
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit ginjal
  • Kecanduan alkohol
  • Wanita yang menggunakan pil KB
  • Orang yang memiliki orangtua atau kakek nenek dengan tekanan darah tinggi

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak akan kena hipertensi. Faktor ini hanya sebagai referensi. Konsultasikanlah kepada dokter untuk detail lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam sehat.

OBAT REMATIK ALAMI DENGAN TERAPI

OBAT REMATIK ALAMI DENGAN TERAPI

Pola hidup yang sehat, menjaga berat badan dan istirahat yang cukup adalah hal yang penting dilakukan selain memanfaatkan obat rematik alami. Usahakan tidur setidaknya delapan jam setiap malam. Jika tidur di malam hari kurang cukup, Anda bisa juga melakukan tidur siang untuk mencukupi kebutuhan istirahat.

 

Banyak dokter juga merekomendasikan kompres hangat dan kompres dingin untuk mengurangi gejala nyeri sendi akibat rematik. Anda cukup mengompres 15 menit setiap kali terapi dengan alat kompres khusus atau bisa juga menggunakan handuk yang sudah direndam air hangat maupun dingin, pada daerah yang mengalami sakit rematik.

 

Selain itu, beberapa jenis terapi diketahui dapat membantu mengatasi rematik bersama dengan obat rematik alami. Meski demikian, sebaiknya terapi dilakukan setelah konsultasi dengan dokter atau terapis yang terlatih.

  • Terapi relaksasi otot progresif

Dalam melakukan relaksasi otot, umumnya dikombinasikan dengan melatih pernapasan. Tarik napas saat memulai relaksasi, lalu buang napas setiap selesai relaksasi. Anda bisa melakukannya dengan mencoba untuk mengencangkan otot, kemudian lemaskan otot kembali, ulang aktivitas ini beberapa kali. Mulailah dari relaksasi otot wajah, dilanjutkan ke leher, dada, lengan perut hingga kaki. Atau, dapat dilakukan sebaliknya.

  • Meditasi

Teknik meditasi adalah teknik sederhana yang memusatkan perhatian pada pernapasan. Anda hanya memperhatikan setiap menghirup napas dan buang napas. Dengan cukup latihan, siapa pun bisa melakukannya, walaupun pada awalnya hanya mampu memusatkan pikiran beberapa detik saja.

  • Terapi fisik

Terapi fisik biasanya menggunakan panas, es, stimulasi listrik dan berbagai latihan gerak untuk membantu mengurangi pembengkakan dan inflamasi akibat rematik.

  • Terapi tubuh-pikiran

Terapi tubuh-pikiran dapat membantu penderita rematik menggunakan pikirannya untuk membuat tubuh merasa lebih baik. Terapi tubuh- pikiran dapat berupa meditasi kesadaran, biofeedback, latihan pernapasan dan relaksasi. Beberapa jenis olahraga terapi tubuh-pikiran seperti yoga, qi gong dan tai chi.

  • Terapi panas

Salah satu pengobatan rumah sederhana untuk rematik adalah terapi panas. Mandi air panas atau pancuran selama 15 menit dapat membantu Anda bersantai dan menenangkan nyeri sendi dan otot.

  • Tai Chi

Tai chi menggabungkan gerakan lembut, kewaspadaan, dan pernapasan dalam. Terapi ini Ini melatih pikiran, tubuh dan jiwa, serta membantu kelenturan dan kekuatan otot. Sebuah penelitian menunjukkan, tai chi juga memiliki manfaat bagi sendi penderita rematik.

  • Minyak ikan

Minyak ikan dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan pada penderita rematik. Minyak ikan sama efektifnya dengan obat anti-inflamasi (seperti ibuprofen dan naproxen) untuk menghilangkan rasa sakit dan inflamasi.

 

  • Akupunktur

Bentuk terapi tradisional ini adalah dengan tusuk jarum dengan ukuran kecil pada permukaan kulit untuk memperbaiki ketidakseimbangan energi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akupuntur membantu mengurangi rasa sakit, terutama pada punggung.

 

 

Gejala Darah Tinggi Yang Harus Di Tindak Lanjuti

Gejala Darah Tinggi Yang Harus Di Tindak Lanjuti

Berbicara mengenai suatu penyakit, tentu saja tak luput dari sebuah gejala, penyebab, serta pengobatan. Disini kami akan membagikan kepada anda semua mengenai gejala darah tinggi yang harus kita tindak lanjuti. Mungkin sebagian dari anda bertanya tanya mengapa kita harus bersikeras untuk menindak lanjuti gejala dari penyakit ini? Jawabannya karena jika tidak di tindak lanjuti secepatnya, kemungkinan besar akan mengakibatkan penderitanya mengalami hal hal yang buruk. Untuk itu kami hadir disini untuk membantu anda sekalian dalam menuntaskan gejala gejala yang muncul dari penyakait darah tinggi. 

Darah tinggi adalah suatu kondisi medis dimana seseorang mengalami kenaikan tensi darah secara abnormal. Kondisi inilah yang menyebabkan penderitanya mengalami gejala gejala yang sangat menyakitkan. Tak sedikit juga penderita yang harus merelakan nyawanya akibat adanya gejala gejala dari penyakit darah tinggi ini. Jika sebelumnya anda menganggap bahwa darah tinggi ini adalah penyakit biasa yang sangat umum di kalangan masyarakat, tentu saja itu salah besar. Loh mengapa? Karena penyakit ini adalah penyakit yang sudah banyak menelan korban jiwa, jadi dapat di pastikan bahwa darah tinggi merupakan sebuah penyakit yang sangat mematikan. Untuk itulah jangan pernah sekali pun anda meremehkan penyakit yang satu ini, karena gejala gejala yang muncul dari penyakit ini sangatlah hebat. Dengan begitu, mari kita lakukan penanganan yang tepat untuk mengatasi gejala gejala yang muncu dari penyakit ini.

Apa sajakah yang menjadi gejala dari penyakit darah tinggi?

Mungkin anda pun bertanya tanya, apa sajakah gejala darah tinggi itu? Tentu saja akan kami ulas pada artikel ini. Karena pokok pembahasan dari artikel ini adalah Gejala Darah Tinggi Yang Harus Di Tindak Lanjuti. Untuk mempersingkat waktu, mari langsung saja kita bahas mengenai intisari dari artikel ini. Berikut penguraiannya.

  • Sakit kepala

Pertama tama yang akan di rasakan oleh penderita darah tinggi adalah sakit kepala. Dengan tensi darah yang terus menerus naik, bukan tidak mungkin suplai darah ke otak pun menjadi abnormal. Hal inilah yang menyebabkan penderita mengalami sakit kepala. Sakit kepala disini bukan sakit kepala biasa, bahkan sakit yang benar benar sakit. Penderita dapat kehilangan kesadaran ketika sakit kepala ini datang, itu pun dengan kondisi yang benar benar hebat.

  • Meningkatnya rasa emosional

Pernah melihat penderita darah tinggi yang sering marah marah? Jika pernah memang itu adalah salah satu gejala dari seseorang dengan penyakit darah tinggi. Perubahan hormon terjadi pada kondisi ini sehingga seseorang akan menjadi lebih sensitif dan akan lebih emosional. Maka tak heran jika penderita dari penyakit ini sering marah marah dan emosional.

  • Tubuh tidak karuan

Satu lagi gejala dari darah tinggi ini, yaitu tubuh tidak karuan. Maksudnya tubuh akan mudah terasa lelah, lemas, lesu, dan capek padahal aktivitas yang di kerjakan tidak terlalu berat dan tidak membutuhkan tenaga banyak. Hal ini lah yang perlu diperhatikan, karena dalam kondisi ini biasanya penderita akan sulit untuk beraktivitas seperti biasanya. Penderita juga sesekali dapat merasakan mual mual tidak karuan.

  • Sering mengalami kesemutan

Yang terakhir adalah penderita akan mudah merasakan kesemutan. Mungkin kesemutan ini muncul akibat dari respon tubuh terhadap usia yang sudah tidak muda lagi. Karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa darah tinggi ini memiliki jumlah kasus yang sangat banyak di alami oleh orang orang yang sudah berusia lanjut di bandingkan dengan orang orang dengan usia yang masih muda. Untuk itu jika anda sering kesemutan, berhati hatilah. Karena kesemutan merupakan salah satu gejala dari penyakit ini.

Jadi itulah beberapa gejala yang kerap sekali muncul pada penderita darah tinggi. Satu hal yang perlu kita lakukan untuk terhindar dari gejala penyakit darah tinggi ini, yaitu mencegahnya muncul. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Namun jika anda bertanya tanya mengenai dengan cara apa mencegah hal tersebut? Mungkin anda bisa melakukan hal hal kecil seperti perbaiki pola hidup yang sehat, makan dengan teratur, berolahraga secukupnya, jauhi rokok, jauhi juga obat obatan dan narkoba. Dengan itu semua Insya Allah akan membantu anda dalam mencegah penyakit darah tinggi ini muncul. Jika perlu konsumsi juga Kumadu Herbal Kunyit, karena bahan herbal alaminya akan membantu mencegah sekaligus mengatasi segala permasalahan mengenai darah tinggi.

Mengatasi Gejala Darah Tinggi Dengan Kumadu Herbal Kunyit

Apa itu Kumadu Herbal Kunyit? Adalah salah satu alternatif yang dapat kita gunakan untuk mengobati serta mengatasi gejala dari penyakit darah tinggi secara menyeluruh. Terbuat dari Madu, Sari Kurma, Propolis, GAMAT, Zaitun, Habbatussauda, Curcumin sehingga menghasilkan sebuah produk yang luar biasa. Kumadu Herbal Kunyit ini sudah terbukti akan manfaat dan khasiatnya dalam menangani berbagai macam penyakit, baik kronis maupun non kronis. Untuk itu jika sekarang ini anda mencari obat darah tinggi yang ampuh dan sudah terbukti akan khasiatnya dari zaman dahulu sampai sekarang, Kumadu Herbal Kunyit inilah solusinya.

Pesan Sekarang Juga Dan Buktikan Keampuhan Khasiatnya

AMAN DAN HALAL 

DINKES P- IRT NO . 2093201020493-22

PENGIRIMAN KESELURUH INDONESIA GARANSI 100% - UANG KEMBALI JIKA PAKET TIDAK SAMPAI - BARANG RUSAK GANTI BARU - BISA KIRIM BARANG DAHULU - DAN BANYAK PROMO LAINNYA

Inilah beberapa testimoni dari konsumen kami yang telah membuktikan keampuhan dari Kumadu Herbal Kunyit

Kumadu Herbal Kunyit Solusi Terbaik 100% Terbukti Berdasarkan Hasil Testimoni

Yakinlah bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, dan yakinkan juga bahwa Allah Subhanahu Wata'ala tidak akan membiarkan seorang hamba dalam kesulitan. Semoga saja Kumadu Herbal Kunyit ini dapat menjadi wasilah atau perantara terhadap kesembuhan anda.

Kenapa Anda Harus Pesan Kumadu Herbal Kunyit Disini ?​

PRODUK PALING BARU

Produk Paling Baru Karena Produk Kami tidak sampai 1 Bulan Sudah Habis dan Kami Produksi Baru

HARGA TERJANGKAU

1 Botol 145.000,- 1 paket 290rb dapat 2 botol dapat potongan 10.000,-

GARANSI 100%

GARANSI jika paket TIDAK sampai Uang Kembali - GARANSI jika paket rusak paket KAMI GANTI BARU

BISA KIRIM BARANG DAHULU

Untuk Memeprmudah Konsumen Kami Memberikan Layanan Kirim Barang Dahulu Sudah Sampai Baru Transfer

HARGA KUMADU HERBAL KUNYIT

Harga Per Botol

  • Pesan 1 Botol Harganya Rp 145.000,- Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 3 Botol Harga Rp 435.000,- Anda Akan Mendapat Potongan Rp 15.000,- Jadi Rp 420.000,- Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 5 Botol Harga Rp 725.000,- Anda Akan Mendapat Potongan Rp 20.000,- PLUS GRATIS 1 Botol Jadi Rp 705.000,- PLUS GRATIS 1 Botol Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 7 Botol Harga Rp 1.015.000,- Anda Akan Mendapat Potongan Rp 30.000,- PLUS GRATIS 1 Botol Jadi Rp 985.000,- PLUS GRATIS 1 Boto Belum Ongkos Kirim

Harga Per Paket

  • Pesan 1 Paket Harga Rp 290.000,- Anda Akan Mendapat Potongan Rp 10.000,- Jadi Rp 280.000,- Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 2 Paket Harga Rp 580.000,- Anda Akan Mendapat Gratis 1 Botol,- Total Rp 580.000 + dapat Gratis 1 Botol,- Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 3 Paket Harga Rp 870.000,- Anda Akan Mendapat Potongan Rp 25.000,- Plus Gratis 1 Botol,- Total Rp 845.000 + dapat Gratis 1 Botol,- Belum Ongkos Kirim
  • Pesan 4 Paket Harga Rp 1.160.000,- Anda Akan Mendapat  Gratis 2 Botol,- Total Rp 1.160.000 + dapat Gratis 2 Botol,- Belum Ongkos Kirim

Order Manual , Jika Anda Susah Order Otomatis Bisa Order Dengan Cara Manual

Berikut Contoh Pemesanan Per Botol atau Per Paket

Jumlah Pesan (Paket/Botol) + Nama + Alamat Lengkap (Kp,Kel,Kec,Kota) + Kode Pos + No Hp 

1 Botol + Jhon Permana + Jl Bahagia Kel Sukasenang Kec Sukahurip Kota Tasikmalaya 46154 + 085222412XXX

1 Paket + Jhon Permana + Jl Bahagia Kel Sukasenang Kec Sukahurip Kota Tasikmalaya 46154 + 085222412XXX

Alamat Dede Herbal Indonesia

Perum Mutiara Citra Blok G No.19 Jl. Gunung Manggu Kel. Sukamaju Kidul Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya 46151.

Terimakasih Anda Telah Menjadi Konsumen Dede Herbal Indonesia Semoga Herbal Yang Anda Konsumsi Dari Dede Herbal Indonesia Menjadi Solusi Untuk Mengobatan Penyakit Yang Sedang Anda Alami Salam Sehat Dari Dede Herbal Indonesia 

7 MAKANAN YANG DIANJURKAN UNTUK PENDERITA REMATIK

7 MAKANAN YANG DIANJURKAN UNTUK PENDERITA REMATIK

Berikut ini merupakan 7 makanan yang berkhasiat meringankan penyakit rematik:

  1. Teh Hijau

The hijau dikenal sebagai minuman yang kaya akan antioksidan. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa jika seseorang meminum teh hijau ternyata dapat meringankan penyakit rematik, asam urat dan berbagai penyakit sendi lainnya. Selain itu dalam teh hijau mengandung anti-inflamasi di mana berkhasiat untuk mengurangi nyeri pada sendi dan sebagai benteng tubuh untuk mencegah dari berbagai penyakit.

  1. Jahe

Jahe yang sering digunakan sebagai bumbu pelengkap dalam masakan ini ternyata memiliki segudang khasiat yang dapat dimanfaatkan oleh kita. Sama halnya seperti teh hijau, jahe ini juga berperan sebagai anti-inflamasi yang dapat meringankan nyeri pada bagian sendi akibat rematik atau penyakit sendi lainnya.

  1. Kunyit

Kunyit juga banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Namun, rempah-rempah yang satu ini sangat berkhasiat dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Selain ampuh dalam pengobatan masalah pencernaan, kunyit juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit akibat nyeri sendi atau rematik.

  1. Apel

Sebuah studi mengatakan bahwa dalam buah apel mengandung flavonid yang berfungsi sebagai pewarna. Flavonid juga dapat berkhasiat membantu tanaman dalam mencegah berbagai penyakit. Tidak hanya itu, flavonid juga dapat berkhasiat untuk tubuh manusia, di antaranya dapat meringankan gejala penyakit rematik.

  1. Minyak Zaitun

Dalam minyak zaitun terdapat lemak tidak jenuh yang sangat baik untuk kesehatan. Salah satunya adalah dapat mencegah radang sendi atau rematik.

  1. Nanas

Buah nanas mengandung bromelain yang berkhasiat untuk menurunkan radang dan membantu mengurangi sakit akibat rematik dan nyeri sendi. Hal tersebut karena enzim dalam buah nanas sangat baik untuk dikonsumsi.

  1. Bawang Putih

Bawang putih juga dapat digunakan sebagai peringan rasa sakit pada rematik. Dalam bawang putih mengandung belerang yang dapat meredakan nyeri sendi dan gejala sendi lainnya.

5 MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI PENDERITA REMATIK

5 MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI PENDERITA REMATIK

Rematik (Rheumatoid Arthritis) adalah penyakit yang menyebabkan radang dan kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku dan bengkak pada sendi. Bagian yang paling sering terkena rematik yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut. Akan tetapi, rematik juga bisa menjalar kebagian lain seperti bagian pinggul dan lutut yang dapat mengakibatkan si pengidap sulit untuk berjalan, berlutut, membungkuk, dan bahkan berdiri.

Pengidap rematik lebih banyak kepada wanita dibandingkan pria, dengan tingkat usia 20-40 tahun. Penyebab rematik pun beragam, mulai dari asam urat, faktor usia, osteoporosis, mengonsumsi alkohol dan bahkan bisa terjadi akibat dehidrasi. Apabila seseorang telah mengalami rematik, sebaiknya pengidap harus memiliki pantangan rematik dengan cara menghindari konsumsi beberapa makanan pemicu rematik tersebut. Berikut adalah 5 makanan pantangan rematik yang harus dihindari:

 

  1. Jeroan 

Jeroan merupakan makanan yang diambil dari dalaman hewan yang terdiri dari usus, hati, ampela, jantung, otak dan lainnya. Jeroan ini memang memiliki rasa yang lezat, terlebih lagi jika diolah dengan cara di sop dengan menggunakan santan. Akan tetapi jeroan merupakan makanan pantangan rematik, yang apabila si pengidap memakannya akan memicu kambuh dan nyeri sakit di bagian yang terserang. Selain dapat memicu rematik, jeroan juga menyebabkan penyakit lain seperti jantung, hipertensi, obesitas dan komplikasi penyakit lainnya.

 

  1. Santan

Makanan pantangan rematik yang Anda harus hindari adalah santan. Memang santan akan menjadikan makanan bertambah lezat dan menjadi gurih. Akan tetapi santan mengandung zat purin yang tinggi dan kaya akan zat kolesterol. Jadi segala makanan yang mengandung santan, sebaiknya tidak boleh dikonsumsi atau menjadi pantangan rematik. Kandungan zat purin pada santan menjadi pemicu sendi menjadi sakit bagi pengidap rematik, dan juga asam urat.

 

  1. Seafood

Seafood merupakan makanan yang lezat, sebab rasanya yang gurih dan bisa diolah ke dalam berbagai jenis masakan. Sayangnya, bagi pengidap penyakit rematik, seafood dapat memicu munculnya gejala rematik dan membuat kambuh. Seafood yang harus dihindari adalah berbagai jenis kepiting dan udang.

 

  1. Sayuran

Sayuran memang sangat menyehatkan untuk tubuh, di dalam sayuran banyak sekali jenis vitamin dan mineral yang bagus jika dikonsumsi tubuh. Sayangnya, terdapat beberapa jenis sayuran yang menjadi pantangan, untuk pengidap asam urat dan juga rematik. Alasannya adalah di dalam sayuran tersebut terdapat zat purin yang tinggi, sehingga dapat memicu sendi yang sakit. Adapun sayuran yang menjadi pantangan rematik adalah bayam, jamur, kembang kol, kangkung, dan sawi.

 

  1. Daging Kambing

Sate kambing rasanya yang lezat, apalagi jika diolah dengan cara disate atau di tongseng. Daging kambing dengan lemak menjadi pantangan orang yang memiliki penyakit seperti hipertensi, kolesterol, dan rematik. Zat purin yang tinggi menjadikan daging kambing sering menjadi pantangan bagi orang yang memiliki penyakit tersebut.

Itulah 5 makanan pantangan rematik yang harus dihindari, sebab masing-masing dari makanan tersebut memiliki zat purin yang tinggi pemicu rematik. Penyakit rematik memang tidak bisa disembuhkan secara instan, dibutuhkan pengobatan yang intens agar rematik dapat sembuh. Salah satu cara mengobati rematik memang dengan melakukan pantangan makanan.

Melakukan pantangan makanan, bukan berarti Anda tidak bisa mengonsumsi semua jenis makanan. Ada juga makanan yang memang dianjurkan bagi pengidap rematik, seperti jahe, apel, kunyit, minyak zaitun, nanas, bawang putih, produk olahan susu, ikan dan makanan lainnya yang mengandung protein.